Dirut PLN: Tak Ada Lagi Defisit, Masalah Pemadaman Selesai

Infografis dari PT PLN yang menunjukkan bahwa tidak ada lagi sistem pembangkit besar di seluruh Indonesia yang mengalami defisit. (PT PLN)

Oleh: Heru Andriyanto / HA | Sabtu, 18 November 2017 | 06:11 WIB

Jakarta - Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara Sofyan Basir mengatakan saat ini tidak ada lagi sistem pembangkit listrik besar di Indonesia yang mengalami defisit, dengan demikian juga tidak ada lagi pemadaman yang diakibatkan kurangnya pasokan.

"Masalah pemadaman semua sudah selesai di seluruh Indonesia," kata Sofyan dalam perbincangan dengan wartawan belum lama ini.

Menurut infografis PLN yang diterima redaksi, prestasi mengakhiri defisit itu diraih dalam dua tahun terakhir.

Pada 2015, 50 persen dari 22 sistem pembangkit besar yang dipetakan PLN masih menunjukkan warna merah atau mengalami defisit output. Tahun ini, semua wilayah itu sudah berwana hijau, yang artinya cukup dengan cadangan memadai, dan kuning, cukup dengan cadangan terbatas.

Wilayah Jayapura misalnya, yang semula defisit 4 persen sekarang memiliki cadangan 29 persen. Di Ambon, cadangan pada 2015 hanya 5 persen sekarang menjadi 112 persen.

Namun ada pula yang kapasitasnya berkurang. Misalnya di Sorong semula memiliki cadangan 27 persen sekarang tinggal 5 persen.

Lonjakan luar biasa dialami Tanjung Pinang, semula defisit 22 persen sekarang surplus 98 persen.

Klaim Sofyan ini paralel dengan survei Bank Dunia, yang menunjukkan peringkat kemudahan mendapatkan listrik di Indonesia meningkat pesat. Pada 2014 Indonesia masih berada di peringkat 101, naik menjadi 78 (2015), 61 (2016), dan 49 (2017). Tahun depan, diperkirakan peringkat Indonesia makin membaik menjadi 38.

Catatan penting lainnya yang disampaikan Sofyan adalah fakta bahwa sejak 2015 PLN tidak pernah menaikkan tarif.

"Dan itu kami lakukan meskipun terjadi inflasi, harga gas dan batubara naik. Kami bertahan sejak Juli 2015 hingga Oktober 2017," kata Sofyan.

"Harga batubara sudah naik hingga 60 persen, tarif kami tetap tidak naik. Bahkan kita ingin supaya tarif bisa turun. Ini bukan mimpi, tapi keinginan yang luar biasa," ujarnya.

Saat ini kapasitas terpasang listrik nasional mencapai 51.000 MW. Sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengatakan pada 2019 nanti kapasitas terpasang ditargetkan naik menjadi 70.000 MW dengan selesainya sejumlah proyek pembangkit.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT