Kemenakertrans Buka Lahan 30.000 Hektar di Kaltim

Kemenakertrans Buka Lahan 30.000 Hektar di Kaltim
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar. ( Foto: Antarafoto )
Minggu, 6 Mei 2012 | 01:49 WIB
Saat ini, sudah terdapat 1.200 Kepala Keluarga (KK) yang telah ditempatkan di kawasan transmigrasi Tanjung Buka.

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) mulai membangun dan mengembangkan lahan pertanian atau food estate seluas 30.000 hektar di Kawasan Delta Kayan, Kota Terpadu Mandiri (KTM) Salim Batu, Bulungan, Kalimantan Timur.
 
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Muhaimin Iskandar, menyebutkan di dalam kawasan Delta Kayan tersebut terdapat lokasi pemukiman transmigrasi Tanjung Buka Satuan Pemukiman (SP) 1 hingga SP 8.

Saat ini, sudah terdapat 1.200 Kepala Keluarga (KK) yang telah ditempatkan di kawasan transmigrasi Tanjung Buka, dan akan ditambah sebanyak 550 KK untuk penempatan 2012.
 
Dalam hal ini, pemerintah provinsi Jawa Timur juga mengalokasikan dukungan dana untuk pembangunan rumah dan fasilitas perpindahan bagi transmigran asal Jawa Timur sebanyak 220 KK yang akan ditempatkan di Tanjung Buka SP 5.

Pembangunan permukiman transmigrasi SP 5 yang merupakan kerjasama dengan Pemprov Jawa Timur tersebut, juga turut menggandeng PT Sang Hyang Sri (PT. SHS), PT Agro Mandiri Kencana (Mi Won Indonesia) dan PT Nusa Agro Mandiri (Solaria).

“Ke depannya, Pemprov DKI Jakarta dan Jawa Barat juga akan menyusul untuk bekerjasama dengan Pemprov Kaltim serta ikut berpartisipasi dalam program ini,” kata Menakertrans, dalam keterangan pers di Jakarta pada Sabtu (5/5)
 
Pengembangan lahan di SP 7 yang beranggaran Rp18,2 miliar ditandai secara dibuka secara simbolis dengan penyerahan chainsaw kepada perwakilan penduduk yang dilakukan oleh Dirjen Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (Dirjen P2KTrans) Kemenakertrans, Jamaluddien Malik.

Selain itu, turut dilakukan  penyerahan sertifikat Satuan Pemukiman (SP) 7 Tanjung Buka meliputi 750 bidang lahan bagi 250 kepala keluarga (KK). Setiap KK mendapatkan Lahan Perkarangan (0,25 hektar), Lahan Usaha I (0,75 hektar), dan Lahan Usaha II (1 hektar).

Dalam proses pembukaan lahan pangan tahap awal ini, luasnya baru sekitar 60 hektar. Padahal, total luas lahan yang perlu digarap oleh Solaria tersebut mencapai 1.900-2.000 hektar.
CLOSE