Indonesia Bekukan Keanggotaan di OPEC

Arcandra Tahar (BeritaSatu Photo/Emral)

Oleh: Retno Ayuningtyas / GOR | Jumat, 8 Desember 2017 | 00:28 WIB

JAKARTA - Pemerintah memutuskan untuk tidak lagi mengaktivasi keanggotaan Indonesia di Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (Organization of Petroleum Exporter Countries/OPEC).

“Ada beberapa alasan, yang jelas keputusannya tetap di-freeze,” kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar di Jakarta, Selasa (5/12) malam.

Sayangnya, Arcandra enggan membeberkan pertimbangan pemerintah untuk tetap tidak aktif di OPEC tersebut. Dia juga menampik bahwa keputusan itu diambil lantaran Indonesia tetap tidak akan memangkas produksi migasnya, sementara anggota OPEC diwajibkan menahan produksinya.

Jawaban tersebut telah disampaikan secara resmi oleh pihak Indonesia. “Kami jawab sebulan lalu, bahwa kita tetap dalam kondisi untuk freeze,” ujarnya.

Sebelumnya, Indonesia memutuskan untuk membekukan sementara keanggotaan OPEC saat dalam Sidang ke- 171 OPEC di Wina, Austria, November 2016. Waktu itu, keputusan tersebut diambil lantara siding memutuskan untuk memotong produksi minyak mentah sebesar 1,2 juta barel per hari (bph), di luar kondensat. Sidang juga meminta Indonesia untuk memotong sekitar 5% dari produksinya, atau sekitar 37 ribu bph.

Kemudian, pada pertengahan tahun ini, Indonesia diminta melakukan reaktivasi keanggotaan yang disampaikan oleh Menteri Energi Arab Saudi dan Persatuan Emirat Arab. Saat itu Menteri ESDM Ignasius Jonan mengajukan syarat untuk reaktivasi, yakni tidak ada pemotongan produksi migas bagi Indonesia.

Dikatakan Arcandra keputusan untuk tidak kembali aktif di OPEC tidak akan menganggu pengadaan minyak mentah melalui impor. Pasalnya, impor minyak mentah harus dari negara-negara anggota OPEC. Penentuan sumber impor harus dihitung berdasarkan keekonomiannya.

“Impor minyak keputusannya dilihat dari sisi komersial, not necessary harus dari OPEC. Selama harga ekonomis dan terbaik, kita bisa impor dari mana aja,” jelas Arcandra.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT