Belanja Online adalah "Me Time" bagi Ibu

Belanja Online adalah
Ilustrasi e-commerce. ( Foto: Soft BD Ltd )
Indah Handayani / FMB Jumat, 16 Februari 2018 | 16:32 WIB

Jakarta - Saat ini belanja online sudah menjadi aktivitas harian ibu digital atau digital moms. Belanja online selain memudahkan cara belanja, karena barang dikirim ke rumah, juga punya beberapa kelebihan: tidak perlu bermacet-macet di jalan, atau susahnya mencari parkir, waktu juga tidak terbuang mengantri di kasir, atau tergoda cuci mata sehingga anggaran pengeluaran pun melambung. Namun, sebenarnya seberapa besar konsumsi belanja online bagi para ibu digital?

Berdasarkan survei yang dilakukan TheAsianParent pada Desember 2017 menyebutkan para ibu memilih untuk berbelanja secara online, salah satu alasan terbesarnya adalah untuk menghindari kerepotan berbelanja di luar rumah dengan membawa anak. Selain itu, ada tiga alasan utama lainnya ibu berbelanja online, yaitu bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, menghemat waktu, dan bisa membandingkan harga dengan mudah. Survei tersebut dilakukan terhadap lebih dari 1000 ibu di Indonesia berusia antara 20-40 tahun dengan pendapatan rumah tangga di atas Rp 3 juta rupiah.

Pangestu Hadi Kurniadi, Country Manager Indonesia TheAsianParent, mengatakan perbandingan harga memang penting bagi para ibu. Namun, tetap harus didukung dengan kualitas barang yang baik. Selain membandingkan harga, ibu juga menyukai kemudahan membandingkan kualitas barang melalui ulasan di internet, terutama di situs parenting. “Sebanyak 94 persen dari responden kami melakukan pembelian setelah melihat rekomendasi online, dan 28 persen melakukan pembelian setelah melihat ulasan dari situs parenting,” ungkap dia di Jakarta, belum lama ini.

Tak hanya kemudahan mengakses informasi akan produk, lanjut Pangestu, kemudahan transaksi pembayaran juga mendukung pola belanja online ini. Sebanyak 41 persen dari responden lebih memilih melakukan pembayaran via ponsel untuk pembelian belanja online mereka. Kemudahan transaksi ini menggiring 73 persen ibu berbelanja online lebih dari dua-tiga kali dalam sebulan, dan untuk tiap transaksi tersebut, enam dari 10 ibu menghabiskan rata-rata Rp 100.000-300.000. Kecenderungan ibu yang mudah luluh jika menyangkut anak-anaknya juga sangat mempengaruhi keputusan pembelian mereka.

“Karena itu, pembelian online para ibu terutama berkisar untuk anak, dengan persentase 78 persen untuk produk pakaian anak, dan 61 persen untuk produk bayi atau anak,” paparnya.

Sementara itu, psikolog dari Rumah Dandelion Nadya Pramesrani Mpsi menambahkan belanja online bagi para ibu bisa sebagai reward dari kesibukan di kantor dan di rumah. Ia juga menambahkan belanaja online juga menjadi me time atau waktu untuk diri sendiri bagi ibu. Hal itu memang menjadi kebutuhan para ibu untuk membantu mereka tetap sehat secara mental dan dapat memberikan lingkungan yang sehat dan positif juga bagi anak-anaknya. Namun dengan segala keterbatasan yang ada, terutama dalam hal waktu, membuat banyak ibu yang meluangkan me time dengan belanja online.

Me time, karena seperti window shopping but less effort dibandingkan ke mal, dan juga menjadi ibu pintar karena mudah membandingkan harga dan kualitas yang akhirnya membantu mereka memilih yang terbaik bagi keluarga,” tutup dia.



Sumber: Investor Daily
CLOSE