Airmas Group Bidik Transaksi Rp 1 Triliun

Airmas Group Bidik Transaksi Rp 1 Triliun
CEO Airmas Group, Basuki Soerodjo (kedua dari kanan), tengah menjelaskan konsep baru Ayooklik.com dan Ayoobelanja.com, di Thamrine Nine Ballroom, Jakarta, Senin, (19/2). ( Foto: Beritasatu.com / Feriawan Hidayat )
Feriawan Hidayat / FER Senin, 19 Februari 2018 | 16:47 WIB

Jakarta - Airmas Group membidik segmen pemerintah dan individu pelanggan dengan meluncurkan dua marketplace sekaligus, Ayooklik.com dan Ayooblanja.com. Adapun investasi yang ditanamkan untuk kedua e-commerce ini sekitar Rp 1 miliar.

CEO Airmas Group, Basuki Soerodjo, mengatakan, pihaknya melakukan soft launching Ayooklik.com dengan mengedepankan konsep yang lebih baru dan berintegrasi untuk stok. Sedangkan untuk Ayooblanja.com, disiapkan sebagai portal marketplace untuk kalangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Sebagai perusahaan teknologi informasi, kami tentunya selalu berupaya untuk mengembangkan diri melalui teknologi yang up to date dan berupaya memberikan pelayanan yang ramah dan efisien. Terlebih, sampai saat ini kami sudah melayani konsumen dari semua lini, baik B2G, B2B dan B2C," kata Basuki, di sela acara soft launching Ayooklik.com dan Ayooblanja.com, di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta Pusat, Senin (19/2).

Basuki menjelaskan, sejak awal berdiri di tahun 2008, pihaknya merupakan perusahaan penyedia bagi instansi pemerintah. Kehadiran Ayooklik.com, merupakan satu-satunya penyedia e-Katalog online shop yang berpengalaman di penyediaan barang dan jasa pemerintah.

Pada 1 Januari 2016, Ayooklik.com resmi ikut serta mendukung kebijakan pengadaan barang dan jasa pemerintah melalui e-katalog yang menawarkan solusi pengadaan kebutuhan pemerintah, seperti komputer, software, alat-alat studio, alat komunikasi, office equipment dan computer supplies.

"Adapun lingkup wilayah yang dapat dilayani Ayooklik.com, mencapai seluruh wilayah Indonesia. Saat ini, Air Mas Group sendiri telah memiliki 10 cabang toko di 18 provinsi. Rencananya, tahun ini kita buka dua toko ritel di Jakarta dan Surabaya," tambahnya.

Sebelumnya, sambung Basuki, penyediaan barang dan jasa pemerintah melalui proses tender yang membutuhkan waktu lebih lama. Karena itu, untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah, kini diadopsi sistem e-Katalog. "Sistem ini dapat memangkas waktu dan biaya belanja pemerintah karena harga yang tercantum adalah harga yang terbaik dan sudah melalui verifikasi oleh team LKPP," jelasnya.

Basuki menambahkan, dengan hadirnya e-Katalog, proses pemesanan dan pengiriman dapat dilakukan jauh lebih cepat, kurang lebih lima sampai dengan tujuh hari saja tergantung daerah yang dituju. "Kami juga bersyukur pada tahun ini, Ayooklik.com dipercaya kembali bergabung dengan LKPP untuk mensosialisasikan e-Katalog," jelasnya.

Menurut Basuki, dengan bisnis pengadaan barang dan jasa pemerintah, pihaknya telah membukukan transaksi sebesar Rp 800 miliar pada tahun 2017. "Untuk tahun ini, kami berharap bisa membukukan transaksi hingga Rp 1 triliun," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com