Sprint Hadirkan Aplikasi Bayarind dan Pasarind

Sprint Hadirkan Aplikasi Bayarind dan Pasarind
PT Sprint Asia Technology tengah menguji coba “Bayarind” dan “Pasarind”, sebuah produk berbasis financial technology (fintech) yang dirancang sebagai gerbang transaksi terintegrasi dengan menawarkan kemudahan pembayaran dan pemilik bisnis. ( Foto: Euis Rita Hartati )
Euis Rita Hartati / ERH Senin, 19 Februari 2018 | 20:39 WIB

Jakarta - PT Sprint Asia Technology tengah menguji coba “Bayarind” dan “Pasarind”, sebuah produk berbasis financial technology (fintech) yang dirancang sebagai gerbang transaksi terintegrasi dengan menawarkan kemudahan pembayaran dan pemilik bisnis.

Bayarind merupakan suatu e-wallet yang menyediakan berbagai metode transaksi. Sementara Pasarind merupakan mobile application yang memungkinkan para pemilik bisnis untuk menerima hasil dari berbagai metode transaksi.

Selain memudahkan proses transaksi bagi konsumen, melalui produk fintech tersebut pemilik bisnis mampu meningkatkan performa bisnis dan memungkinkan para pemilik bisnis untuk menerima hasil dari berbagai metode transaksi.

Setyo Harsoyo, CEO PT Sprint Asia Technology mengatakan, e-wallet pada umumnya hanya memberikan fasilitas top up sebagai sumber dana. Sedangkan 'Bayarind', selain top up, bisa juga sumber dananya berasal dari kartu kredit dan rekening bank. "Kita bekerja sama dengan banyak bank," ujarnya.

Kelebihan produk ini adalah sumber dana berasal dari tiga platform, yakni kartu kredit, transfer bank, dan top up langsung ke agen. Tiga patform tersebut juga mewakili segmentasi konsumen yang berbeda, mulai dari kalangan ekonomi atas, menengah, hingga bawah.

Setyo mengatakan dalam tahun ini pihaknya mematok target menggaet 1 juta pengguna dan bekerjasama dengan 100 ribu merchant di seluruh Indonesia.

Tak hanya menyasar merchant-merchant papan atas di pusat-pusat kota, Bayarind juga disiapkan untuk masuk ke lini masyarakat paling bawah, hingga ke warung pecel lele, toko kelontong, tukang sayur keliling, maupun petani di area terpencil yang tak terjangkau akses bank.

Sementara itu, Chief Marketing Officer Sprint Asia Technology Fayez Alnaji mengklaim produk ini tidak dirancang untuk menjadi kompetitor bagi pemain lama e-wallet. pihaknya memproyeksikan bisa merangkul 500 ribu merchant dengan proyeksi satu juta download pada tahun ini.

"Kunci kita memenangi pasar fintech ini adalah kesederhanaan dari aplikasi ini. Bayarind bisa menerima dan memproses pembayaran dengan sangat cepat," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan