Sophie Paris Ubah Strategi Penjualan

Sophie Paris Ubah Strategi Penjualan
Besarnya potensi ecommerce di Indonesia membuat Sophie Paris, perusahaan dan merek busana Indonesia, mengubah strategi penjualan mereka lewat digital atau offline to online. Dengan meluncurkan website terbaru mereka www.sophieparis.com di Tangerang Selatan, Senin (19/2). Kiri ke Kanan: Gregory Fauvet EVP Sales & Marketing, Bruno Hasson CEO and Founder Sophie Paris Indonesia, Alice Destandau VP e-commerce. ( Foto: Beritasatu Photo/Indah Handayani )
Indah Handayani / FER Selasa, 20 Februari 2018 | 11:50 WIB

Tangerang - Sophie Paris, perusahaan dan merek busana Indonesia, memutuskan untuk mengubah strategi penjualan mereka lewat platform digital atau offline to online. Langkah tersebut dilakukan setelah mencermati besarnya potensi pasar e-Commerce dalam negeri. Perusahaan ini baru saja meluncurkan website terbaru mereka www.sophieparis.com.

CEO dan founder Sophie Paris, Bruno Hasson, mengatakan, penetrasi penjualan online pada tahun lalu berhasil mencapai 11 persen dari seluruh penjualan ritel di Indonesia. Raihan tersebut, merupakan angka yang besar, mengingat di sisi lain peritel offline banyak yang mengalami penutupan pada tahun lalu. Ditambah lagi, sebanyak 55 persen dari penjualan online tersebut disumbangkan oleh lini fashion.

"Hal inilah yang membuah kami mengubah strategi penjualan. Terlebih, bisnis kami memang bermain di sektor fashion," ungkap Hasson di sela peluncuran 'I Am Digital' di Tangerang Selatan, Senin (19/2) petang.

Menurutnya, sektor fashion yang paling mudah dijual adalah yang tanpa ukuran, seperti tas yang memang menjadi produk terbanyak dan juga penyumbang terbesar dari perusahaanya. Mengingat penjualan tas memegang porsi 45 persen, disusul kosmetik 20 persen, dan sisanya beragam produk.

"Tidak hanya itu, strategi online diharapkan mampu menjangkau daerah yang terpencil di Indonesia dan juga jangkauan yang lebh luas dibandingkan sebelumnya melalui penjualan offline. Wilayah Indonesia sangat luas, dan masih banyak wilayah yang belum terjangkau dengan penjualan offline selama ini," tambahnya.

Uniknya, Hasson mengatakan, strategi penjualan lewat digital yang diadopsi pihaknya itu berbeda dengan e-Commerce pada umumnya. Sebab, offline to online yang diadposi Sophie Paris adalah social shopping platform yang dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh para komunitas mereka sendiri. Saat ini, lanjutnya, tercatat sebanyak 250.000 anggota aktif Sophie Paris dengan 1.500 leader yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Flatform digital ini membantu komunitas kami dalam mengelola bisnis mereka. Ditambah lagi, pertumbuhan anggota baru kami pertahunnya mencapai angka 30 persen," kata Hasson.

Menurutnya, perusahaan pihaknya telah meinvestasikan dana sebesar US$ 2 juta atau setara dengan Rp 26,7 miliar untuk mempersiapkan transformasi transaksi digital tersebut selama kurun waktu 2 tahun terakhir. Hasilnya, transformasi digital tersebut telah dimanfaatkan oleh komunitas Sophie Paris.

"Melalui transformasi digital ini, penjualan online kami meningkat dari 5 persen menjadi 40 persen dari total penjualan perusahaan. Semua ini tentu berkat dukungan kuat dari jaringan dan strategi digital marketing yang efisien. Target kami berikutnya adalah mencapai angka 100 persen untuk penjualan online pada akhir 2018," pungkasnya.

 



Sumber: Investor Daily
CLOSE