Ilustrasi
Ditengah melambungnya harga pangan dunia, ternyata sektor pertanian kita cukup tangguh dan bahkan mampu menopang pertumbubuhan ekonomi nasional

Badan Pusat Statistik (BPS) pekan lalu menyampaikan bahwa sektor pertanian peternakan, kehutanan, dan perikanan adalah penyumbang tertinggi pertumbuhan ekonomi tertinggi pada triwulan I 2012 sebesar 20,9 persen.
 
Di tengah ancaman alih fungsi lahan, mandeknya infrastruktur pertanian,  minimnya teknologi, dan rendahnya investasi, sektor pertanian menjadi  penopang pertumbuhan ekonomi nasional.
 
“Ditengah melambungnya harga pangan dunia, ternyata sektor pertanian kita cukup tangguh dan bahkan mampu menopang pertumbubuhan ekonomi nasional. Untuk itu, pemerintah perlu  terus meningkatkan anggaran pertanian dan  mengoptimalkann teknologi tepat guna dengan menyesuaikan musim tanam,” Anggota Komisi IV DPR RI Rofi Munawar di Jakarta, hari ini.
 
Rofi menilai, angka pertumbuhan ekonomi saat ini belum mampu menyerap tenaga kerja di sektor pertanian secara maksimal. Berdasarkan data BPS, 42 persen tenaga kerja Indonesia berada di sektor pertanian, namun kini banyak pindah ke sektor lain seperti menjadi TKI atau beralih menjadi buruh non pertanian.

Hal itu akibat pertanian dipandang tidak cukup menjanjikan. “Peningkatan ekonomi sektor riil, seperti pertanian akan meningkatkan serapan tenaga kerja dan mengentaskan kemiskinan secara signifikan,” ujar dia.
 
Sektor pertanian, kata dia, perlu diakselerasi dengan kualitas sumber daya manusia, sentuhan teknologi secara maksimal dan penyuluhan yang intensif kepada petani sehingga meningkatkan added value (nilai tambah) produksi pertanian.

Sehingga pertumbuhan ekonomi diharapkan bisa dirasakan secara menyeluruh hingga tingkat mikro karena proses produksi dan konsumsi dilakukan di dalam negeri.
 
Dia berharap, pemerintah berupaya agar alih fungsi lahan pertanian tidak terus terjadi agar  produksi pertanian bisa tetap terjaga dengan optimal.

Beberapa sentra pertanian nasional kini mengalami penyusutan lahan pertanian, seperti yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat. Saat ini, lahan pertanian di daerah tersebut tinggal 350.148 hektare (ha) akibat tingginya alih fungsi lahan untuk kepentingan non-pertanian. Sedangkan lahan pertanian di Jawa Tengah susut dari 2 juta ha menjadi 1,7 juta ha.
 
“Lahan merupakan aspek penting dalam peningkatan produksi pertanian. Selain dengan teknologi, infrastruktur dan peningkatan sumber daya manusia sektor pertanian perlu di topang dengan lahan yang cukup agar dapat mengungkit pertumbuhan ekonomi.” tegas Rofi.
 
Berdasarkan data BPS (8/5), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2012 naik 1,4 persen dibanding kuartal IV 2011. Sedangkan PDB Indonesia pada triwulan I-2012 meningkat 6,3 persen dibanding periode sama tahun lalu. Pertumbuhan itu didukung sektor pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan, keuangan, real estate, jasa perusahaan, sektor pengangkutan, dan komunikasi.


Penulis: /FEB