2018, Mandiri Utama Finance Targetkan Pembiayaan 10T

2018, Mandiri Utama Finance Targetkan Pembiayaan 10T
Ilustrasi Mandiri Utama Finance ( Foto: Istimewa )
Bernardus Andrian / HA Rabu, 14 Maret 2018 | 23:12 WIB

Jakarta - Mandiri Utama Finance (MUF) berhasil membukukan pembiayaan sebesar Rp 7,3 triliun tahun lalu dengan pertumbuhan sebesar 151 persen dibandingkan tahun 2016. Meskipun pertumbuhan pasar otomotif cenderung stabil di kisaran 5 persen, tetapi Presiden Direktur MUF Stanley Atmadja mengatakan kalau MUF tetap optimistis mampu mencapai pertumbuhan yang positif.

“Kami optimis bahwa target pembiayaan kami di tahun 2018 bisa dicapai melalui strategi penjualan yang tepat sasaran,” ujar Stanley, Rabu (14/3).

Dirinya juga mengatakan, di tahun ketiga ini, MUF tidak hanya akan berkonsentrasi hanya di pulau Jawa saja dan akan melebarkan cabangnya ke luar Jawa sehingga bisa menjangkau coverage area yang lebih besar dan bisa melayani konsumen yang lebih banyak.

“Kalau dulu kita hanya berkonsentrasi di pulau Jawa, hari ini kita sudah juga hampir equal pulau Jawa dan di luar Jawa. Dengan demikian coverage kita kepada diler, baik mobil maupun motor harusnya akan lebih menjangkau coverage area yang lebih besar. Dengan coverage area yang lebih besar kepada diler, berarti kita juga bisa melayani konsumen yang lebih banyak,” tambahnya.

Finance Director MUF, Kuki Kadarisman mengatakan di tahun 2018 ini MUF menargetkan pembiayaan sebesar Rp 10,1 triliun atau tumbuh 39 persen dari 2017. Untuk mencapai angka tersebut MUF mengandalkan tiga engine penjualan utama. Pertama, pembiayaan regular melalui rekanan diler, showroom, dan mitra MUF. Kedua, MUF akan beraliansi dengan Bank Mandiri untuk program pembiayaan Mandiri KKB MUF. Lalu yang ketiga MUF bekerja sama dengan Bank Syariah Mandiri (BSM)

“Untuk mencapai angka-angka itu kita punya tiga engine yang sudah kita jalankan di tahun 2017 adalah pertama itu regular, melalui penjualan ke diler dan showroom, serta ke mitra-mitra MUF. Kemudian di tahun 2017 kita juga sudah beraliansi dengan captive Bank Mandiri, khususnya dalam rangka penjualan Mandiri KKB MUF. Di tahun 2018 ini kita akan kembangkan kerja sama dengan Bank Syariah Mandiri,” jelas Kuki.

Tahun ini MUF juga menyiapkan beberapa inisiatif guna meningkatkan layanan bagi para nasabah. Untuk meningkatkan kecepatan, MUF menerapkan sistem MUF Survey, yaitu program aplikasi berbasis mobile untuk proses akuisisi dan survei calon nasabah. Selain itu MUF juga berusaha meningkatkan kemudahan akses pelanggan dengan menambah jumlah jaringan menjadi 134 yang terbagi atas 83 kantor cabang dan 51 kantor selain kantor cabang. Lalu untuk kemudahan pembayaran, MUF bekerjasama dengan sejumlah payment channel sebagai tempat pembayaran angsuran seperti Indomaret, Kantor Pos, dan jaringan Bank Mandiri.

Dengan strategi-strategi yang diterapkan ini, Stanley berharap tahun 2018 MUF dapat menjadi salah satu pemain utama dalam industri pembiayaan nasional sesuai dengan visi mereka menjadi yang terbaik dalam industri pembiayaan nasional.



Sumber: BeritaSatu.com