Sejumlah Investor Minati RDPT Jasa Marga dan Waskita Rp 8 T

Sejumlah Investor Minati RDPT Jasa Marga dan Waskita Rp 8 T
Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan Tol Tras Jawa di Kertosono Nganjuk, Jawa Timur, 3 September 2015. ( Foto: Antara/Prasetia Fauzani )
/ WBP Selasa, 27 Maret 2018 | 15:06 WIB

Jakarta- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk mendivestasikan (melepas) sebagian saham di enam ruas tol Trans Jawa melalui instrumen Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) untuk memperkuat keuangan perusahaan. Target dana yang dibidik mencapai Rp 8 triliun.

"Kedua BUMN konstruksi ini harus kreatif menggali sumber-sumber pendanaan seperti RDPT, sehingga tidak hanya mengandalkan sumber pendanaan konvensional, seperti pinjaman perbankan," kata Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian BUMN Ahmad Bambang, di Jakarta, Selasa (27/3).

Menurut Bambang, Kementerian BUMN terus berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar kedua perusahaan pelat merah ini bisa segera merampungkan prosesnya.

RDPT Waskita Karya sudah mendapat surat efektif dari OJK. Rencananya, anak usaha Waskita Karya akan mendivestasikan tiga ruas tol yang dimilikinya yakni Kanci - Pajagan, Pajagan - Pemalang, dan Pasuruan - Probolinggo. "Investor yang berminat Taspen, Jamkrindo, Jasa Raharja, Asabri, Dana Pensiun BUMN dan beberapa perusahaan lain. Targetnya bisa peroleh dana kurang lebih Rp 5 triliun," tuturnya.

Sementara untuk RDPT Jasa Marga prosesnya masih terus bergulir di OJK. Perseroan berencana melakukan divestasi saham di tiga entitas anak yakni PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), dan PT Ngawi Kertosono Jaya (NKJ). Ruas Tol yang ditawarkan yakni Batang - Semarang, Solo - Ngawi, dan Ngawi - Kertosono. "Untuk Jasa Marga, hanya 20 persen kepemilikan yang ditawarkan dengan target perolehan dana sebesar Rp 3 triliun," jelasnya.

Menurut Bambang, langkah ini dilakukan untuk memperkuat keuangan perseroan mengingat keduanya sedang banyak berinvestasi. Instruken RDPT dinilai cocok bagi Jasa Marga dan Waskita Karya yang banyak berinvestasi pada proyek infrastruktur berskala besar.

"RDPT untuk menjaga covenant dan profit perusahaan agar tetap baik. Sebab kalau semua investasi sendiri lewat pinjaman bank, maka dalam jangka pendek profit perusahaan akan tertekan oleh bunga, sementara jalan tol yang sudah dikerjakan belum beroperasi," ujarnya.



Sumber: ANTARA