Jelang KTT IMF-WB, Ribuan Kamar Hotel di Bali Terpesan, Penerbangan Penuh

Jelang KTT IMF-WB, Ribuan Kamar Hotel di Bali Terpesan, Penerbangan Penuh
Situasi kepadatan fasilitas wisata yang terpantau dari udara di kawasan Nusa Dua, Bali. ( Foto: Antara / Wira Suryantala )
I Nyoman Mardika / FMB Selasa, 3 April 2018 | 17:41 WIB

Nusa Dua –Ribuan kamar hotel di kawasan Nusa Dua, Bali dan sekitarnya sudah habis dipesan untuk penginapan delegasi IMF-World Bank Annual Meeting 2018. Kegiatan acara yang direncanakan berlangsung bulan Oktober tersebut diperkirakan akan dihadiri 15.000 delegasi dari 189 negara.

Selain kamar hotel, laporan dari peserta IMF Washington menginformasikan bahwa pada minggu saat pelaksanaan pertemuan itu, seluruh penerbangan ke Bali sudah terpesan penuh karena jumlah delegasi yang hadir mencapai ribuan. Dengan banyak delegasi yang hadir dalam pertemuan IMF itu, tentunya penerbangan akses ke Bali, volumenya perlu ditingkatkan mengantisipasi kemacetan.

Chairman Bali Hotel Association Ricky Putra mengatakan ribuan kamar hotel sudah dipesan sejak tahun lalu. Para delegasi untuk pertemuan IMF-World Bank Oktober mendatang sudah melakukan pemesanan dari jauh-jauh hari. "Di hotel saya bulan lalu buy out, bukan seminggu-dua minggu, malah dari tahun lalu," kata Ricky di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDC), Nusa Dua, Selasa (3/4).

Ricky menambahkan, banyak calon wisatawan yang akhirnya mengubah kunjungannya ke Bali hingga IMF-World Bank Annual Meeting 2018 usai. Perubahan jadwal kunjungan juga menjadi keuntungan bagi pemilik hotel. Para calon wisatawan mengubah jadwal kunjungannya dari Oktober menjadi November yang biasanya tidak terlalu ramai. Diperkirakan, tingkat hunian kamar hotel pada November mendatang sekitar 60 persen dari yang biasanya 40-45 persen.

"November biasanya low season dan kalau sekarang sudah dipesan untuk IMF-World Bank di Oktober maka impact ini luar biasa," ujar Ricky.

Selain itu, delegasi IMF-World Bank Annual Meeting 2018 juga ditawarkan paket pariwisata setelah gelaran acara berlangsung. Beberapa destinasi wisata seperti Lombok, Labuan Bajo, hingga Raja Ampat ditawarkan kepada ribuan delegasi. Ia juga memastikan bahwa dengan adanya acara berskala internasional, harga sewa kamar hotel juga tidak dinaikkan secara signifikan dan harga sewa kamar hotel berbintang cenderung mengikuti harga pasar.

Penerbangan Full
Sebelumnya memang sempat ada ketidakpastian pelaksanaan IMF di Bali saat erupsi Gunung Agung. Namun setelah dipastikan tetap dilaksanakan di Bali, dari sisi tempat, lokasi saat ini sudah terus dimatangkan. Menteri Keuangan Sri Mulyani bahkan sudah mendapat laporan dari peserta IMF Washington, bahwa pada minggu saat pelaksanaan itu seluruh penerbangan ke Bali sudah fully booked. Untuk itu, pihaknya akan segera membahas dengan menteri perhubungan dan pihak maskapai untuk menambah jumlah penerbangan. Terutama minggu sebelum dan minggu sesudah.

Menurutnya, mereka berada di Indonesia bisa minimal seminggu atau bisa sampai 10-15 hari. Tentunya volume penerbangan akses ke Bali perlu ditingkatkan terutama pada minggu tersebut. “Biasanya kalau sudah perjalanan panjang, ke sini mereka bisa menambah beberapa hari. Sesudah annual meeting atau mereka datang lebih awal beberapa hari, dan kalau mereka membawa keluarga, tentu lebih panjang lagi,” ujarnya

Pihaknya berharap agar event ini menjadi event yang sukses sehingga menambah ekonomi Bali. Seperti diketahui bersama pada akhir 2017, pariwisata Bali mengalami penurunan kunjungan pada saat Gunung Agung aktif. Event ini juga diharapkan tidak hanya untuk Bali tetapi juga daerah lainnya. Oleh karena itu pemerintah juga akan menyiapkan Lombok, Labuan Bajo, dan Raja Ampat sebagai destinasi wisata.

Untuk kesiapan Bali, pihaknya tidak meragukan lagi dengan pemerintah provinsi Bali. Namun pihaknya akan melihat kesiapan logistik, bagaimana hotel dan tempat pertemuan. Selain itu persiapan jika terjadi kebutuhan evakuasi. “Itu penting disiapkan,” ujarnya.

Sementara terkait persiapan, pihak pengelola kawasan The Nusa Dua (ITDC) terus berbenah dan bersiap. Bahkan pasukan penakluk api di Nusa Dua bersama pihak Drager telah melakukan latihan penanganan bencana kebakaran. “Kita saat ini melakukan persiapan menyambut pertemuan IMF. Kita bekerjasama dengan Drager dan melibatkan 25 penyedia fasilitas di The Nusa Dua untuk melakukan pelatihan penanganan bencana kebakaran,” ujar Managing Director The Nusa Dua, Wayan Karioka.

Kepala Divisi Operasi The Nusa Dua, Pari Wijaya, menambahkan, pihaknya telah melaksanakan acara pelatihan dan pengalaman tentang pemadam kebakaran pada Selasa (27/2). Acara persebut merupakan kerjasama The Nusa Dua dengan Drager Indonesia dan Asia. Pelatihan dikuti oleh 60 peserta dari 25 fasilitas The Nusa Dua serta 10 orang anggota FB ND.

Drager adalah pelopor international di bidang teknologi keselamatan dan medis. Sejak 1889, produk – produk Drager telah melindungi, mendukung dan menyelamatkan rumah sakit, industri minyak dan gas, penegakan hukum, pertambangan, industri kimia, layanan pemadam kebakaran dan lain sebagainya.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE