Lippo Jajaki Kerja Sama dengan Polandia

Lippo Jajaki Kerja Sama dengan Polandia
Dari kiri ke kanan: Duta Besar Republik Polandia untuk Indonesia Beata Stoczynka, pengusaha Anindya Bakrie, Deputi Menteri Luar Negeri Republik Polandia Marek Magierowski, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani, dan CEO Lippo Group James Riady berpose disela-sela pertemuan bilateral antara Indonesia dan Polandia di Jakarta, 12 April 2018. ( Foto: BeritaSatu Photo / Mohammad Defrizal )
Lenny Tristia Tambun / YUD Kamis, 12 April 2018 | 16:51 WIB

Jakarta – Lippo Group akan menjajaki kerja sama dengan Polandia di bidang kesehatan dan properti untuk Meikarta. Tidak hanya itu, Polandia juga mengundang Lippo untuk berinvestasi di negaranya di bidang properti.

“Kita akan menjajaki kerja sama dengan Polandia, terutama di bidang kesehatan di Meikarta. Ya dalam arti, Meikarta sedang membangun pusat pendidikan dan kesehatan, maka Polandia adalah salah satu mitra yang baik untuk merealisasikannya,” kata CEO Lippo Grup James Riady di Jakarta, Kamis (12/4).

Hal itu disampaikan James seusai menghadiri pertemuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri Polandia dan Wakil Menteri Energi Polandia beserta Duta Besar RI untuk Polandia, Peter F Gontha di Hotel JS Luwansa, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (12/4).

Menurutnya, Polandia adalah satu negara yang memiliki ekonomi sangat besar dan strategis sekali di Eropa. Karena itu pihaknya menyambut baik kedatangan kedua menteri dari Polandia, sehingga Lippo bisa mencari peluang untuk kerja sama di bidang teknologi, terutama teknologi dalam kesehatan.

“Polandia salah satu yang top di Eropa di kesehatan jantung. Kita akan menjajaki kerja sama dengan Polandia. Kita juga ditawarkan untuk masuk ke sana dalam bidang properti. Nanti akan kita pelajari itu. Tetapi khusus di bidang kesehatan yang sangat menarik sekali,” kata James.

Terkait pembangunan hunian di Meikarta, James mengatakan perkembangannya sangat baik. Biasanya, pembangunan kota baru memakan waktu 12 hingga 15 tahun. Namun, megaproyek Meikarta ini ditargetkan tiga sampai empat tahun sudah selesai.

“Sekarang masuk dalam tahap yang paling susah, karena penjualan sudah dilakukan dan sudah puluhan ribu hunian yang terjual. Sekarang harus bangun. Nah, pembangunan infrastruktur yang paling susah ya,” ujarnya.

Ia memperkirakan serah terima 60 tower pertama kepada pembeli akan dilakukan sekitar Februari tahun depan dan untuk topping off tower ditargetkan berlangsung pada September atau Oktober. “Pokoknya kita full speed on going,” ujarnya.

Bulan depan, lanjutnya, akan ada penandatangan kemitraan dengan banyak negara dalam partisipasi pembangunan kota baru di Meikarta.

“Bulan depan akan ada tanda tangan lagi sekitar 20-30 dengan banyak negara, di antaranya Amerika dan Eropa di bidang teknologi,” ungkapnya.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE