Indonesia Catat Surplus Neraca Perdagangan US$ 1,09 M

Indonesia Catat Surplus Neraca Perdagangan US$ 1,09 M
Ekspor kendaraan Toyota dari Indonesia mencapai 199.600 unit sepanjang 2017. ( Foto: BeritaSatu Photo / Herman )
Faisal Maliki Baskoro / Arnoldus Kristianus / FMB Senin, 16 April 2018 | 12:11 WIB

Jakarta - Neraca perdagangan Indonesia di bulan Maret 2018 mencatat surplus US$ 1,09 miliar. Sepanjang Januari-Maret 2018, Indonesia berhasil mencatat surplus US$282 juta. Demikian menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dilansir hari ini.

Nilai ekspor Indonesia Maret 2018 mencapai US$15,58 miliar atau meningkat 10,24 persen dibanding ekspor Februari 2018. Demikian juga dibanding Maret 2017 meningkat 6,14 persen. Nilai impor Indonesia Maret 2018 mencapai US$14,49 miliar atau naik 2,13 persen dibanding Februari 2018, demikian pula jika dibandingkan Maret 2017 meningkat 9,07 persen.

“Neraca perdagangan Januari ke Maret surplus US$ 282 juta . Memang jauh kalau dibanding Januari ke Maret 2017. Tentunya kami berharap ke depan ekspor makin bagus, makin terbuka ke pasar tradisinoal sehingga pertumbuhan ekonomi meningkat,” ujar Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam konferensi pers di Kantornya pada Senin (16/4).

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Maret 2018 mencapai US$44,27 miliar atau meningkat 8,78 persen dibanding periode yang sama tahun 2017, sedangkan ekspor nonmigas mencapai US$40,21 miliar atau meningkat 9,53 persen.

Sementara impor kumulatif Januari-Maret 2018 sebesar US$ 43,98 atau meningkat 20,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan terjadi pada impor migas dan nonmigas masing-masing US$ 178,2 juta (2,71 persen) dan US$ 7.188,4 juta (23,93 persen). Naiknya impor migas disebabkan oleh naiknya impor minyak mentah US$ 703,2 juta (42,6 persen).

Ekspor nonmigas Maret 2018 mencapai US$14,24 miliar, naik 11,77 persen dibanding Februari 2018. Demikian juga dibanding ekspor nonmigas Maret 2017 naik 8,16 persen.

Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Maret 2018 terhadap Februari 2018 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$358,9 juta (18,58 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada timah sebesar US$92,5 juta (45,25 persen).

Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Maret 2018 naik 4,60 persen dibanding periode yang sama tahun 2017, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya naik 41,48 persen, sementara ekspor hasil pertanian turun 9,32 persen.

Ekspor nonmigas Maret 2018 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$2,36 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,59 miliar dan Jepang US$1,43 miliar, dengan kontribusi ketganya mencapai 37,78 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1,53 miliar.

Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Maret 2018 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$7,53 miliar (17,02 persen), diikut Jawa Timur US$4,77 miliar (10,77 persen) dan Kalimantan Timur US$4,59 miliar (10,37 persen).

Impor nonmigas Maret 2018 mencapai US$12,23 miliar atau naik 2,30 persen dibanding Februari 2018, sementara jika dibanding Maret 2017 meningkat 11,08 persen.

Impor migas Maret 2018 mencapai US$2,26 miliar atau naik 1,24 persen dibanding Februari 2018, namun turun 0,64 persen dibanding Maret 2017.

Peningkatan impor nonmigas terbesar Maret 2018 dibanding Februari 2018 adalah golongan mesin dan pesawat mekanik US$286,9 juta (14,84 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan mesin dan peralatan listrik sebesar US$153,1 juta (9,19 persen).

Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Maret 2018 ditempat oleh Tiongkok dengan nilai US$10,16 miliar (27,30 persen), Jepang US$4,33 miliar (11,64 persen), dan Thailand US$2,57 miliar (6,89 persen). Impor nonmigas dari ASEAN 20,84 persen, sementara dari Uni Eropa 9,41 persen.

Nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari–Maret 2018 mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 22,08 persen, 18,35 persen, dan 27,72 persen



Sumber: BeritaSatu.com