Jokowi Tetapkan 222 Proyek Strategis Senilai Rp 4.100 T

Jokowi Tetapkan 222 Proyek Strategis Senilai Rp 4.100 T
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla ( Foto: Antara/Andika Wahyu )
Aichi Halik / AHL Senin, 16 April 2018 | 21:45 WIB

Jakarta - Pemerintah menetapkan daftar proyek strategis nasional (PSN) yang bakal direalisasikan menjadi sebanyak 222 ditambah 3 program. Hal itu menjadi keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada saat rapat terbatas (ratas) mengenai evaluasi PSN.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, total 222 PSN dan 3 program tambahan merupakan hasil evaluasi dari daftar proyek di 2016 dan 2017. Di sisi lain, pemerintah mengedrop 14 proyek pembangunan dari Proyek Strategis Nasional.

Darmin mengatakan kalau proyek itu tidak ada pembangunan fisiknya, konstruksinya, belum mulai pembangunan fisik pada kuartal tiga tahun 2019 maka akan dianggap tidak diteruskan atau didrop.

“Kalau didrop itu tidak berarti seumur-umur akan didrop, kalau nanti dia dipersiapkan lagi, diajukan itu boleh saja,” kata Darmin kepada wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (16/4) sore.

Dia menekankan, hasil evaluasinya adalah dengan kriteria bahwa suatu Proyek Strategis Nasional akan dipertahankan kalau ada pembangunan fisik, ada konstruksi paling lambat kuartal tiga 2019.

Berdasarkan hasil evaluasi, menurut Darmin, dari semua Proyek Strategis Nasional yang ada maka yang akan selesai sampai dengan kuartal tiga 2019 sebanyak 48 proyek (selesai 100%).

Adapun yang sudah membangun, baru mulai beroperasi, belum 100% operasinya efektif tapi sudah mulai beroperasi adalah 94 proyek dan 1 program kelistrikan.

Dari 222 proyek yang masuk Program Strategis Nasional tahun 2018 ini, terdapat dua proyek baru, satu proyek mengenai Universitas Islam internasional Indonesia, yang diusulkan Menteri Agama.

Kemudian yang kedua adalah program pemerataan ekonomi yang di dalamnya ada mengenai sertifikasi lahan, perhutanan sosial, reforma agraria, dan peremajaan perkebunan rakyat.



Sumber: BeritaSatu TV