Jalur KA Sei Mangkei-Kuala Tanjung Rampung Juli 2018

Jalur KA Sei Mangkei-Kuala Tanjung Rampung Juli 2018
Ilustrasi kereta barang ( Foto: wikipedia )
Thresa Sandra Desfika / FER Selasa, 17 April 2018 | 21:17 WIB

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemhub) menargetkan pengoperasian jalur kereta api (KA) yang menghubungkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei-Perlanaan-Bandar Tinggi-Pelabuhan Kuala Tanjung sepanjang 39,5 kilometer (km) dimulai pada Juli 2018. Saat ini, Kemhub tengah menuntaskan pembangunan jalur KA segmen Bandar Tinggi-Kuala Tanjung yang progresnya sudah mencapai 80 persen.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemhub, Zulfikri menjelaskan, Pelabuhan Kuala Tanjung, Batubara, Sumatera Utara (Sumut) disiapkan sebagai hub pelabuhan internasional untuk mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Simalungun, Sumut. Moda transportasi kereta api akan menghubungkan kedua titik tersebut agar arus distribusi barang dapat berlangsung lancar dan konsisten.

"Nanti kami adakan penyelenggaraan KA Sei Mangkei-Kuala Tanjung kemungkinan pada Juli," ungkap Zulfikri di Jakarta, Selasa (17/4).

Zulfikri menjelaskan, Kemhub sudah membangun segmen Bandar Tinggi-Perlanaan sepanjang 15 km pada periode 2013-2015. Kemudian, pada 2015-2016, Kementerian Perindustrian (Kemperin) membangun segmen Sei Mangke-Perlanaan dengan panjang 2,95 km.

Pembangunan yang dilakukan Kemperin berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perkeretaapian Nomor PR.004/SK.233/DJKA/10/15 pada 13 Oktober 2015 tentang Persetujuan Pembangunan Prasarana Perkeretapian untuk Trase Jalur KA dari KM 2 Stasiun Perlanaan ke KEK Sei Mangkei kepada Direktorat Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri Kemperin. Prasarana perkeretaapian yang dimaksud terdiri atas jalur rel, stasiun, dan fasilitas operasi. Adapun prasarana dibangun di atas lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III.

Setelah selesai dibangun, prasarana perkeretaapian tersebut diserahkan oleh Kemperin kepada Kemhub untuk dikelola dan dioperasikan. Kemhub kemudian menunjuk PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai operator untuk mengelola, mengoperasikan, juga merawat prasarana maupun sarana pada segmen Sei Mangkei-Perlanaan.

Alih status dari Kemperin kepada Kemhub disepakati dalam perjanjian kerja sama yang ditandatangani oleh Zulfikri, Plt Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri I Gusti Putu Suryawirawan, dan Wakil Direktur Utama PTPN III Dolly P Pulungan pada 17 April 2018.

Lebih lanjut, segmen Bandar Tinggi-Kuala Tanjung sepanjang 21,5 km dibangun Kemenhub sejak 2011. Menurut Zulfikri, pembangunan segmen ini sempat terhenti pada 2016 dikarenakan kendala teknis di lapangan. Namun, pada tahun lalu, pembangunan dilanjutkan dan ditargetkan selesai pada tahun ini. Apabila segmen Bandar Tinggi -Kuala Tanjung sudah siap dioperasikan, maka lintas Sei Mangkei-Perlanaan-Bandar Tinggi-Kuala Tanjung akan terhubung jalur KA.

"Lamanya waktu pekerjaan dikarenakan pembangunan yang dilakukan secara per bagian, di mana bagian-bagian yang siap untuk dibangun, dikerjakan terlebih dahulu," imbuh Zulfikri.

Dengan pengoperasian segmen Sei Mangkei-Perlanaan dan Bandar Tinggi-Kuala Tanjung, kapasitas lintas menjadi 9 perjalanan KA pergi pulang (PP) per hari dengan kapasitas beban angkut barang mencapai 750 ton per perjalanan. Waktu tempuh perjalanan dari KEK Sei Mangkei menuju Pelabuhan Kuala Tanjung ditaksir selama 40 menit.

"Pengoperasian lintas Sei Mangkei menuju Pelabuhan Kuala Tanjung diharapkan mendorong geliat perekonomian di wilayah Sumut dan tentunya turut mendukung KEK Sei Mangkei terutama dalam pengangkutan barang maupun orang dari KEK Sei Mangkei ke Pelabuhan Kuala Tanjung maupun sebaliknya," jelas Zulfikri.



Sumber: BeritaSatu.com