Pertemuan PECC Sikapi Tantangan Ekonomi Global

Pertemuan PECC Sikapi Tantangan Ekonomi Global
Kiri ke Kanan: Executive Director CSIS Philips Vermonte, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Ketua Komisi Nasional Indonesia untuk PECC Mari Pangestu, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Board MemberĀ  of CSIS and Standing Committee member PECC Jusuf Wanandi, Chair of PECC Standing Committee Donald Campbell, di Jakarta, Senin (7/5). ( Foto: Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Senin, 7 Mei 2018 | 19:01 WIB

Jakarta - Centre for Strategic and International Studies (CSIS) bekerja sama dengan Pacific Economic Cooperation Council (PECC), menggelar Dialog Global CSIS yang pertama dan Pertemuan Umum PECC ke-25 di Jakarta pada 7-8 Mei 2018.

Mengambil tema Global Disorder: The Need for New Regional Architecture and Business Model, dialog yang diikuti oleh para ahli dan pejabat pemerintah ini, membahas berbagai topik yang terkait dengan kebutuhan untuk mengambil dan mengembangkan pandangan baru dalam kerja sama dan integrasi kawasan regional Asia Pasifik.

Selain itu, forum ini akan dihadiri oleh beberapa Menteri dari Indonesia yaitu Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi.

Ketua Komite Nasional Indonesia untuk PECC, Mari Pangestu mengatakan, pusat ekonomi dunia sekarang di Asia-Pasifik. Jadi, apa yang dilakukan di kawasan ini, akan berdampak pada bagian dunia lainnya.

"Oleh karena itu, perlu kerja sama mengambil tindakan kolektif dan kerja sama untuk menghadapi tantangan ini, yang bukan bisnis seperti biasa," kata Mari Pangestu, di Jakarta, Senin (7/5).

Mari menambahkan, melalui dialog ini diharapkan para peserta yang berasal dari sejumlah pakar dari lembaga international dan nasional dan pemangku kepentingan, bisa membahas berbagai platform kebijakan yang akan diperlukan untuk menjawab berbagai tantangan dan ketidakpastian yang akan dihadapi.

"Pertanyaan mendasar adalah apakah kita cukup mengubah 'model bisnis' yang ada atau perlu 'model bisnis' yang baru, baik bagi pemerintah, bisnis, maupun dalam kerjasama regional," tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pengawas Yayasan CSIS, Jusuf Wanandi menyatakan, semua pihak menyaksikan perubahan dalam tata kelola ekonomi-politik dan tingkat ketidakpastian yang tinggi dalam sistem global.

"Perubahan dalam struktur ekonomi global, di mana kita melihat isu-isu politik dan motif yang mempengaruhi kebijakan ekonomi termasuk potensi konflik perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia yang akan mempengaruhi orang lain, termasuk di kawasan Asia Pasifik," kata Jusuf Wanandi.

Dialog ini akan berlangsung dalam beberapa sesi yang masing-masing membahas berbagai topik. Selain itu, dialog ini juga mendapat dukungan dari berbagi pihak, termasuk anggota PECC di berbagai negara.

"Para anggota PECC dari di seluruh wilayah menyambut inisiatif Indonesia untuk memulai dialog tentang tantangan yang kita semua hadapi," ujar salah satu Ketua Internasional PECC, Don Campbell.

"Semua pihak perlu bekerja sama untuk mengatasi masalah ini dengan cara yang jujur dan terbuka, yang menyatukan para pemangku kepentingan dari berbagai bagian masyarakat," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE