ManoMarion Transport Jadi Inspirasi Pengusaha Muda

ManoMarion Transport Jadi Inspirasi Pengusaha Muda
Marion Hutagalung (26) dan Manola Hutagalung (28), pemilik perusahaan transportasi ManoMarion, yang memiliki armada 50 unit mobil. ( Foto: Istimewa )
Lona Olavia / FER Selasa, 15 Mei 2018 | 20:24 WIB

Jakarta - Terdapat pergeseran tren di kalangan anak muda saat ini dari memilih profesi sebagai seorang pegawai maupun PNS menjadi seorang entrepreneur atau pengusaha.

Hal ini, tidak hanya ditandai dari berkembangnya sekolah bisnis di Indonesia namun juga jumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang dijalankan oleh kelompok usia muda. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah mencatat, terdapat lonjakan dari 57,84 persen menjadi 60,34 persen di tahun 2016.

Namun, modal seringkali menjadi penghambat anak muda untuk memulai berbisnis. Mereka berpikir, untuk memulai usaha harus dimulai dengan modal besar.

Stigma tersebut telah dibantah oleh dua pengusaha muda asal Jakarta, Manola Hutagalung (28) dan Marion Hutagalung (26), yang berani mendirikan perusahaan transportasi sejak mereka berusia 20 tahun dan sukses hingga kini. Keduanya telah membuktikan, hanya dengan modal Rp 40 juta yang mereka pinjam dari ayahnya, perusahaan yang mereka kelola dapat berkembang menjadi besar.

"Saat ini, perusahaan transportasi ManoMarion, telah memiliki 50 unit mobil, mulai dari kapasitas 16, 20, sampai 23 penumpang. Jumlah sopir 55 orang karena lima orang untuk cadangan. Sementara staf di kantor ada 10 orang," kata Manola, dalam keterangan persnynya, Selasa (15/5).

Company value saat ini, diakui Manola, sekitar Rp 15 miliar hanya untuk unit kendaraan yang beroperasi. Adapun Rentang harga penyewaan mulai dari Rp 1.200.000 per hari untuk Jabodetabek dan Rp 1.520.000 per hari untuk tujuan Bali. "Setiap tahun, kami menambah minimum lima unit kendaraan," tambahnya.

Sementara itu, Marion mengatakan, pihaknya saat ini berencana membuka pool baru yang terletak di kawasan Tipar Cakung, Jakarta Timur (Jaktim), dengan luas lahan mencapai 1 hektar (ha).

"Semua ini kami rintis bersama sejak tahun 2010. Kerja keras dan strategi yang sesuai dalam menjaga kualitas perusahaan, merupakan kunci sukses kami hingga saat ini," kata Marion.

Meskipun banyak tantangan yang mereka hadapi, Marion beranggapan, transportasi adalah bisnis yang kompleks dan cukup sulit. Selama bisnisnya berjalan, ada tiga masalah utama yang mereka hadapi, pengemudi, pemasaran, dan teknik.

"Pengemudi tidak bagus, tetapi marketing dan teknik bagus, tidak ada yang mau naik. Begitu juga sebaliknya. Jika salah satunya tidak bagus, tidak akan jalan. Tiga fondasi inilah yang kami bangun," kata Marion.

 



Sumber: Suara Pembaruan