Pengusaha Serap Garam Petani dengan Harga Tinggi

Pengusaha Serap Garam Petani dengan Harga Tinggi
Petani garam. ( Foto: Antara )
Harso Kurniawan / HK Rabu, 16 Mei 2018 | 21:32 WIB

Jakarta – Salah satu perusahaan garam, PT Mitra Tunggal Swakarsa (MPS), berani menyerap garam petani di beberapa wilayah Madura, Jawa Timur, dengan harga tinggi. Ini sesuai hasil rapat dengar pendapat (RDP) tertutup DPRD Pamekasan, pekan lalu.

Public Relation MPS Ardi Setya Budi menyampaikan, MTS selama ini sudah menyerap garam petani sekitar 10 ribu ton, yang terdiri atas wilayah Sumenep, Pamekasan, dan Sampang. “Kami membeli garam petani dengan harga tertinggi,” ujar Ardi, Senin (14/5).

Ardi mengatakan, serapan garam rakyat MTS bertujuan menciptakan stabilitas dan meningkatkan kesejahteraan para petani garam setempat. Bahkan, MTS telah menjadi alternatif bagi para petani dalam menjual hasil garam mereka.

“Komitmen kami adalah menyejahterakan dan mengembangkan petani lokal dan telah membina hubungan yang baik bersama petani dalam menjaga komitmen bersama,” terang Ardi.

Sebelumnya, polemik impor garam industri yang sempat mencuat dan membuat gelisah petani garam Pamekasan membuat DPRD setempat menggelar RDP. Hasilnya, DPRD setempat meminta kepada Pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk memperketat pengawasan importir garam yang ada di wilayah mereka.

Selain itu, disebutkan para petani garam Pamekasan tidak keberatan dengan adanya impor garam yang dilakukan oleh perusahaan garam, baik MTS maupun perusahaan garam lainnya, asalkan mereka bisa menyerap garam rakyat dengan harga maksimal. Adapun garam yang mereka impor dugunakan untuk industri, bukan konsumsi.



Sumber: BeritaSatu.com