Jababeka Optimistis Bukukan Marketing Sales Rp 2,25 Triliun

Jababeka Optimistis Bukukan Marketing Sales Rp 2,25 Triliun
PT Jababeka dan PT PP Properti mengembangkan apartemen bernuansa Jepang bernama Little Tokyo di CBD Jababeka, Cikarang. ( Foto: Istimewa / - )
Devie Kania / FER Rabu, 16 Mei 2018 | 22:43 WIB

Jakarta - PT Jababeka Tbk (KIJA) masih optimistis dapat membukukan marketing sales Rp 2,25 triliun pada 2018. Guna mendukung ekspansi tahun ini, perseroan pun menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 400 miliar.

GM Corporate Secretary Jababeka, Muljadi Suganda, menyampaikan, perseroan mengincar kontribusi marketing sales Rp 1,5 triliun dari bisnis di kawasan Cikarang. Kemudian, kawasan Kendal diprediksi dapat menyumbang marketing sales Rp 500 miliar, dan kawasan lainnya masing-masing akan menyumbang Rp 250 miliar.

"Kami optimistis dengan target marketing sales. Namun, kalau soal prediksi top line masih sulit diprediksi saat ini. Pasalnya, perseroan belum mengetahui kapan PT PLN kembali membeli listrik lagi dari pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) milik anak usaha, PT Bekasi Power," ujar Muljadi di Jakarta, Rabu (16/5).

Mengenai PLTGU, Muljadi mengakui, kontribusi bisnis tersebut cukup besar terhadap perusahaan. Sehingga status shutdown, menjadi perhatian perusahaan. Karena itu, perseroan masih terus berdiskusi dengan PLN untuk rencana ke depan. Pasalnya berdasarkan perjanjian, kerja sama keduanya terkait aliran listrik dari PLTGU itu berlangsung untuk 20 tahun.

"Sedangkan tahun 2018 merupakan tahun ke-5 kerja sama, dan sejak awal tahun diputuskan shutdown. Namun setidaknya, perseroan masih mendapat kompensasi berupa pembayaran untuk beberapa komponen di luar gas dan air, sehingga masih mampu menutup biaya operasional pembangkit listrik tersebut," jelas dia.

Di tengah kondisi shutdown dari pembangkit listrik yang dikelola Bekasi Power, Muljadi menyampaikan, pihaknya tetap menjalankan ekspansi dari bisnis real estate. Adapun segmen real estate, yang dikelola Jababeka meliputi industrial, residential, dan commercial. Senada untuk lini bisnis infrastruktur, sekalipun emiten ini dapat menjalankan ekspansi di segmen dry port, dan infrastruktur.

Untuk menunjang ekspansi, Muljadi mengakui, pihaknya telah menambah cadangan lahan (landbank). Investasi itu menggunakan anggaran capex tahun ini. "Sampai Maret 2018, kami sudah menyerap capex Rp 65 miliar, dan mayoritas untuk landbank," papar dia.

Meski demikian, dia mengaku, perseroan belum dapat menginformasikan detil luas atau wilayah dari landbank yang ditambah tersebut. Namun pada akhir 2017, Jababeka memiliki total landbank 3.376 hektare (Ha).



Sumber: Investor Daily
CLOSE