Volume Transaksi Fintech Terus Meningkat

Volume Transaksi Fintech Terus Meningkat
CEO DAM Corp. Fanny Verona ( Foto: istimewa )
Euis Rita Hartati / ERH Kamis, 17 Mei 2018 | 13:25 WIB

Jakarta - Volume transaksi financial technology (fintech) tercatat terus mengalami peningkatan. Pesatnya perkembangan financial technology (fintech) menjadi faktor pendorong utama pertumbuhan mobile payment yang mengarah kepada terbentuknya masyarakat non-cash (cashless society).

Menurut data Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) per Desember 2017, dari 235 perusahaan fintech aktif, 39%-nya bergerak di subsektor sistem pembayaran (payment). Institusi perbankan adalah institusi paling aktif dalam melakukan kolaborasi dengan fintech. Menurut Aftech, 63,90% pelaku fintech telah terkoneksi ke sistem perbankan. Sebanyak 77% di antaranya melakukan kolaborasi langsung dengan perbankan.

Berdasarkan statistik Bank Indonesia (BI), volume transaksi fintech juga terus mengalami peningkatan. Tahun 2017, nilai transaksi fintech telah mencapai US$18,65 miliar (Rp251,78 triliun) naik 24,17% dari tahun 2016 sebesar US$15,02 miliar (Rp202,77 triliun).

Sayangnya, ekosistem fintech di Indonesia belum terbentuk secara komprehensif. Padahal ekosistem akan menjadi faktor penentu tumbuh-kembangnya fintech. Di Amerika Serikat dan China, misalnya, cashless society sudah terbentuk karena ekosistem fintech sudah sangat siap. Salah satu tantangan terberat dalam membentuk ekosistem fintech adalah kebiasaan penggunaan uang cash. Selain karena sudah menjadi habit masyarakat selama ini, belum lengkapnya infrastruktur pendukung juga turut mempengaruhi.

Ini bukan hanya menjadi tanggung jawab industri perbankan sebagai pelaku utama dalam transaksi keuangan. Seluruh stakeholder, baik pemerintah, regulator, institusi swasta, maupun masyarakat diharapkan memiliki interest yang sama.

DAM Corp pun berkomitmen untuk menghadirkan efisiensi pengelolaan keuangan bagi korporasi dan end-user melalui layanan dan solusi inovasi fintech terdepan di industri. CEO DAM Corp Fanny Verona mengakui pentingnya ekosistem yang integral dan kolaborasi nyata dalam mendorong pengaplikasian fintech di tanah air.

“Untuk mengintegrasikan teknologi baru dalam masyarakat memang perlu dimulai dari membentuk ekosistem yang menyeluruh. Ketika ekosistemnya telah siap, para pemain fintech pun memiliki ruang yang lebih bebas untuk bergerak,” katanya di Jakarta, Kamis (17/5).

Untuk itu, kata dia, DAM sebagai perusahaan fintech-enabler ingin membangun dan mematangkan ekosistemnya terlebih dahulu. Untuk mewujudkannya, kolaborasi dengan seluruh stakeholders menjadi elemen kunci. “Kami percaya kolaborasi berperan penting dalam mewujudkan ekonomi digital yang lebih transparan dan menyeluruh,” tambahnya.

Yang menjadi tantangan ke depan adalah, bagaimana agar ekosistem fintech selain mampu menciptakan transparansi, juga tetap mengedepankan prinsip-prinsip perlindungan konsumen. Sebab, kemajuan tehnologi biasanya selalu diikuti dengan peningkatan kualitas kejahatan melalui cyber (cybercrime).

DAM Corp. merupakan perusahaan fintech pertama dan satu-satunya yang memiliki dan menyediakan servis whitelabel e-money dengan kesiapan end-to-end dari teknologi berbasis blockchain hingga ekosistem use-case yang lengkap.
Didirikan pada tahun 2013, DAM Corp. adalah anak perusahaan Bank Mandiri yang merupakan sebuah perusahaan fintech enabler penyedia solusi teknologi keuangan terdepan untuk bisnis dan masyarakat.

 



Sumber: Investor Daily
CLOSE