Duta Pertiwi Bukukan Marketing Sales Rp 700 Miliar

Duta Pertiwi Bukukan Marketing Sales Rp 700 Miliar
Jajaran Direksi PT Duta Pertiwi Tbk saat Public Expose dan RUPST di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (23/5). ( Foto: Istimewa / Mashud Toarik )
Devie Kania / FMB Rabu, 23 Mei 2018 | 15:01 WIB

Tangerang – PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) membukukan marketing sales Rp 700 miliar selama kuartal I-2018. DUTI menargetkan total target marketing sales Rp 1,8 triliun pada 2018.

Head of Investor Relation Duta Pertiwi Christy Grasella menyatakan, tahun ini pihaknya mengincar kenaikan total marketing sales 63,64 persen dibandingkan realisasi Rp 1,1 triliun pada 2017. Pasalnya, perseroan yakin, prospek bisnis properti tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Di samping itu, emiten properti ini memiliki dua proyek baru, yakni Klaska Residence di Surabaya dan Southgate Apartment di Jakarta Selatan.

“Pada Februari lalu kami meluncurkan Southgate Apartment tower I di Jakarta, dan nilai marketing sales proyek tersebut mencapai Rp 253 miliar pada kuartal I-2018. Proyek Klaska Residence di Surabaya menyumbang marketing sales Rp 366 miliar,” ujar Christy di Tangerang, Rabu (23/5).

Selain proyek vertikal, dia menegaskan, perseroan masih aktif menjual properti di Kota Wisata, Legenda Wisata, Taman Banjar Wijaya, dan Grand Wisata. Sehingga pada kuartal I-2018, Duta Pertiwi membukukan kenaikan total marketing sales yang signifikan dari realisasi Rp 150 miliar pada kuartal I-2017.

“Tahun lalu kami hanya menjual residential di empat proyek lama, tapi tahun ini berbeda karena ada dua proyek vertikal baru. Nah, itu yang mendukung pencapaian marketing sales sampai Rp 700 miliar pada kuartal I lalu,” ungkap Christy.

Adapun dia mengungkapkan, Duta Pertiwi berharap dapat membukukan marketing sales dari Klaska Residence dan Southgate Apartment masing-masing Rp 400 miliar. Sedangkan Christy menjelaskan, perseroan juga akan mendorong penjualan properti Kota Wisata, Legenda Wisata, Taman Banjar Wijaya, dan Grand Wisata untuk menggenapi target Rp 1,8 triliun pada 2018.

Untuk mendukung ekspansi tahun ini, perseroan menganggarkan capex sekitar Rp 1 triliun. Christy mengungkapkan, Duta Pertiwi akan menggunakan mayoritas capex untuk pembangunan proyek Southgate, yang meliputi apartemen dan mall.

Dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Duta Pertiwi yang diselenggarakan pada 23 Mei 2018, jajaran manajemen mendapat restu dari shareholder untuk tidak membagikan dividen atas laba tahun 2017. Sejalan dengan keputuan tersebut, Christy menegaskan, perseroan akan fokus menggunakan dana internal untuk ekspansi.

“Jadi dalam waktu dekat, kami belum berniat melakukan aksi korporasi yang terkait ekuitas ataupun menerbitkan surat utang,” tegas dia.

Menilik laporan keuangan Duta Pertiwi, perseroan membukukan penurunan total pendapatan 13,57 persen dari Rp 1,99 triliun menjadi Rp 1,72 triliun pada 2017. Selanjutnya, emiten ini juga membukukan penurunan laba bersih 23,92 persen dari Rp 703,67 miliar menjadi Rp 535,31 miliar.

Namun Christy menegaskan, pihaknya optimistis dapat membukukan kenaikan total pendapatan sekitar 30 persen pada akhir 2018. “Adapun kami berestimasi bahwa pendapatan berulang (recurring income) akan menyumbang sekitar Rp 800 miliar,” papar dia



Sumber: Investor Daily
CLOSE