Pemerintah Diminta Konsisten Stabilkan Harga Daging

Pemerintah Diminta Konsisten Stabilkan Harga Daging
Direktur Utama PT Suri Nusantara Jaya, Dimas Wibowo, tengah menjawab pertanyaan media. ( Foto: Beritasatu Photo )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 13 Juni 2018 | 19:52 WIB

Jakarta - Harga daging selalu mengalami kenaikan saat menjelang hari raya. Oleh karena itu, kalangan pengusaha dan produsen daging meminta pemerintah lebih konsisten untuk membuat harga daging stabil setiap tahun jelang hari raya.

Direktur Utama PT Suri Nusantara Jaya, Dimas Wibowo, mengatakan, tahun ini jelang lebaran harga daging mengalami kenaikan. "Harapan kami, harga daging stabil, terjangkau dan ketersediaan barang selalu ada," ujar Dimas Wibowo, di Jakarta, Rabu (13/6).

Dimas mengatakan, poin yang sangat penting untuk dijalankan oleh pemerintah yaitu, harga daging terjangkau dan ketersediaan yang kontinyu. "Setidaknya, pemerintah harus memiliki persediaan minimal 10 persen kebutuhan nasional agar kebutuhan daging selalu terjaga," kata dia.

Saat in, kata Dimas, kebutuhan daging di Indonesia mencapai kisaran 450.000 ton per tahun. Dari angka tersebut, sekitar 150.000 ton untuk daging beku impor, dan 300.000 ton sisanya dari sapi hidup (impor maupun lokal).

"Sehingga, kami menyarankan agar pemerintah punya stok daging cadangan layaknya beras. Dengan perkembangan zaman yang berjalan saat ini, daging beku dapat bertahan hingga 2 tahun lamanya dalam cold storage," imbuhnya.

Menurut Dimas, pemerintah melalui badan usaha milik negara (BUMN) yang mengurus bidang pangan, bisa memainkan peran dalam hal management stock yang baik. "Pemerintah Indonesia harus punya stok yang cukup berlimpah, sehingga tidak hanya berkepentingan komersial belaka," tandasnya.

Dimas menambahkan, peran negara harus hadir lebih jauh untuk menjaga kestabilan harga daging yang ada di pasaran.

"Penerapan harga HET di pasar saat ini sudah cukup baik, tinggal dibarengi dengan persediaan barang. Kami tentunya membutuhkan kestabilan harga sepanjang tahun, ketersediaan barang, serta harga yang terjangkau. Insya Allah, rakyat senang bisa mendapatkan harga yang terjangkau, BUMN juga untung, dan pengusahanya ikut happy," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE