Stok dan Harga Pangan Pasca-Lebaran Tetap Diwaspadai

Stok dan Harga Pangan Pasca-Lebaran Tetap Diwaspadai
Penjual sembako dan sayuran. ( Foto: Antara / Zabur Karuru )
Fuska Sani Evani / FMB Kamis, 14 Juni 2018 | 09:53 WIB

Yogyakarta - Pemerintah DI Yogyakarta tetap akan memantau stok dan harga pangan pasca-Lebaran dengan menerjunkan tim monitor.

Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda DIY Sugeng Purwanto mengatakan, pasca-Lebaran, pasokan dan harga komoditas juga harus terkontrol, karena jika tidak dikendalikan, maka tetap akan berdampak pada inflasi.

"Kami memosisikan diri melakukan pemantauan langsung di sejumlah distributor komoditas tertentu yang berkontribusi terhadap inflasi, karena memang kebutuhan masyarakat tinggi, terutama wilayah DIY yang selalu dibanjiri wisatawan domestik. Komoditas tersebut antara lain beras, daging, telur, bawang merah cabai,” katanya, Kamis (14/6).

Dikatakan, tim monitoring tetap akan bertugas mengetahui perkembangan harga di lapangan dan kondisi terkini pasokan maupun harga di tingkat distributor. Meski harga di pasar juga dipengaruhi sikap dan mental dari para distributor yang menarik keuntungan di saat tertentu, kondisi ini tetap tidak diperbolehkan. “Jangan sampai ada penundaan penjualan, atau penimbunan stok pangan,” ujarnya.

Untuk itu, pemerintah bertanggung-jawab penuh dalam meminimalisir kondisi kekosongan stok. Jika pedagang masih memanfaatkan situasi, maka pemerintah akan menggelontorkan stok pangan langsung kepada konsumen, sehingga pedagang akan rugi sendiri jika menimbun stok.

"Minimal tanggung jawab pemerintah bisa menciptakan situasi dan ekspektasi serta meyakinkan masyarakat bahwa ketersediaan pasokan menghadapi Idulfitri aman. Namun kami tidak menampik pasti ada kenaikan harga mewarnai mendekati lebaran, tetapi masih dalam batas normatif kemudian di tingkat distributor tidak ada permainan,” tuturnya.



Sumber: Suara Pembaruan