Bursa Asia Ditutup Turun Dipicu Kenaikan the Fed dan Data Tiongkok

Bursa Asia Ditutup Turun Dipicu Kenaikan the Fed dan Data Tiongkok
Ilustrasi ( Foto: AFP )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 14 Juni 2018 | 16:25 WIB

Tokyo - Bursa saham Asia melemah pada perdagangan Kamis (14/6) setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (the Fed) menaikkan suku bunga menjadi 1,75-2 persen dan memperkirakan pengetatan likuiditas sedikit lebih cepat. Di sisi lain, melemahnya data perdaganan Tiongkok dan konflik perdagangan AS-Tiongkok membuat investor gelisah.

Data penjualan ritel Tiongkok dan data investasi perkotaan secara mengejutkan mengurangi minat risiko investor dan menambah keraguan atas ekonomi terbesar kedua di dunia karena bank sentral secara tak terduga akan menaikkan suku bunga mengikuti the Fed.

“The Fed sedikit lebih hawkish. Tetapi pada saat yang sama, Fed menaikkan suku karena ekonomi kuat dan bukan karena kebutuhan untuk menahan inflasi. Jadi itu mungkin membantu mengekang reaksi pasar,” kata Kepala strategi makro Sumitomo Mitsui Asset Management, Masayuki Kichikawa, Kamis (14/6).

Sementara bursa saham Eropa dibuka turun 0,4 persen di Inggris FTSE. Di Jerman Dax GDAXI turun 0,3 persen dan 0,2 persen di CAC Prancis FCHI.

Indeks MSCI saham Asia Pasifik di luar Jepang kehilangan 1,0 persen, dengan bursa saham di Korea Selatan KS11 dan Taiwan TWII jatuh lebih dari 1 persen.

Nikkei Jepang N225 kehilangan 0,6 persen, sementara di Tiongkok indeks komposit Shanghai SSEC merosot 0,4 persen.

The Fed menaikkan suku bunga acuannya semalam sebesar 0,25 persen ke kisaran 1,75 persen hingga 2 persen, menyusul kuatnya pertumbuhan ekonomi AS.



Sumber: Reuters