UKM Maju dan Tumbuh Bersama JNE di Era Digital

UKM Maju dan Tumbuh Bersama JNE di Era Digital
Seller elevenia sedang menggunakan fitur layanan pengiriman JNE Pick Up dari sistem Seller Office. Fitur terbaru ini merupakan sebuah fasilitas dari elevenia untuk mempermudah Seller di Jakarta, Selasa (6/6). BeritaSatu Photo/Ruht Semiono
Euis Rita Hartati / ERH Kamis, 28 Juni 2018 | 11:35 WIB

Era digital saat ini telah membawa banyak hal positif. Salah satunya adalah bertumbuhnya bisnis e-commerce. Mengutip hasil kajian Ernst & Young (EY) bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Perekonomian, diperkirakan bisnis e-commerce Indonesia bakal meningkat 10 kali lipat pada 2020, dengan valuasi fantastis yakni diyakini menembus US$ 130 miliar atau setara Rp1.800 triliun. Hal ini tentunya bisa menjadi potensi besar bagi perkembangan industri logistik nasional.

"E-commerce berhasil apabila didukung logistik yang kuat. Ini menjadi potensi besar bagi pos logistik nasional," kata Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo Ahmad Ramli dalam satu kesempatan seminar nasional di Jakarta, belum lama ini.

Ahmad Ramli mengatakan, industri logistik yang dulu dikuasai oleh pengiriman besar yang dilakukan perusahaan, saat ini terjadi perubahan karena pengiriman secara individual meningkat setelah maraknya perkembangan toko daring.

Pemerintah, lanjut dia, sangat mendukung pergerakan potensi e-commerce nasional. Hal ini dibuktikan dengan upaya pembangunan infrastruktur jalan, pelabuhan, dan bandara yang akan memperkuat arus transportasi dan logistik ke depan. Selain itu, dari aspek infrastruktur telekomunikasi, ujar Ramli, pemerintah melalui Kemenkominfo mendorong pembangunan broadband nasional melalui program percepatan 4G seluruh Indonesia, pembangunan Palapa Ring, pembangunan satelit multifungsi sehingga jaringan broadband dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia. "Tentu ini akan menjadi arus data yang akan berfungsi menjadi pendukung arus logistik nasional," ujarnya.

Secara umum, Indonesia memang memiliki potensi ekonomi yang besar, dengan kekayaan alam yang melimpah, tenaga kerja muda dalam jumlah besar, dan laju urbanisasi yang cepat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia selama satu dekade terakhir rata-rata 5% per tahun.

Indonesia telah membuat langkah besar dalam kemajuan sosial dan pengelolaan ekonomi, dan sedang berusaha mencapai target berikutnya, yaitu menjadi negara berpendapatan menengah pada tahun 2025. Untuk mencapai target tersebut, Indonesia harus meningkatkan pertumbuhan ekonominya menjadi 7% per tahun. Pemanfaatan teknologi digital, khususnya diantara UKM (Usaha Kecil Menengah) dan start up company, dapat memberikan penambahan yang dibutuhkan sebesar 2%.

Manfaat keberadaan e-commerce ini dirasakan bukan hanya mmasyarakat perkotaan, namun juga perdesaan. Bukan hanya perusahaan besar namun juga UMKM, dan bukan hanya Generasi Z (lahir antara tahun 1996 sampai dengan 2010) atau generasi milenial di mana teknologi telah menjadi bagian dari hidup mereka sehari-hari, juga generasi Y.

Seperti yang dialami Ibu Hajjah Ai dari Ciamis Jawa Barat, yang membuka usaha menjual makaroni goreng. Jika biasanya dia menjual secara 'tradisional', dengan menitipkan dari warung ke warung dan varian yang original, kini dia mulai menjual berbagai varian rasa dan mempromosikannya via media sosial seperti Facebook dan Instagram. Pesanan pun datang dari berbagai daerah. Kini, usahanya tersebut dilaksanakan lebih serius dengan dibantu oleh sang suami ikut yang terjun langsung.

“Alhamdulillah pesanan mulai mengalir. Selain karena kualitas produk, juga karena pengiriman berjalan lancar. Saya biasanya menggunakan jasa JNE,” katanya yang mengusung merek Makaroni Rena Reni ini.

Peran JNE

PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), perusahaaan telah berdiri sejak lebih dari 27 tahun, dan tahun ini akan menginjak usia ke 28, ikut berperan yang sangat penting karena sebagai pendistribusi barang antara online seller dengan online buyer.

Menurut Presiden Direktur JNE M. Feriadi dalam satu kesempatan di Malang, mengatakan bahwa perusahaan yang dibangun pada 26 November 1990 dari perusahaan keluarga dengan 4 karyawan, kini menjelma sebagai market leader di perusahaan ekspedisi di Indonesia dengan 40 ribu karyawan dan 6.000 outlet jaringan tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Berdasarkan data Asperindo, market share JNE mencapai 27% di Tanah Air.

“Kunci sukses JNE adalah terus berinovasi dan memajukan teknologi,” kata Feriadi.

Untuk itu, JNE senantiasa meng-upgrade teknologi. “Kalau dulu JNE tidak terlalu mementingkan teknologi, kini terus memperbaiki diri dengan teknologi demi peningkatan pelayanan kepada pelanggan,” ujarnya.

Pesatnya perkembangan bisnis e-commerce, kata dia, berdampak positif terhadap dunia ekspedisi untuk pengiriman paket. Memang peran e-commerce bagi keseluruhan bisnis JNE masih kecil, tapi tetap dianggap penting. Kontribusi pendapatan e-commerce di JNE kurang dari 5%. Sedangkan komposisi pelanggan JNE 70% ritel dan 30% korporat.

Head Of Marketing Communication Division JNE Mayland Hendar Prasetyo menambahkan, JNE juga berkomitmen mendukung UKM dan agen, apalagi di era bisnis e-commerce. Hal ini didukung dengan besarya potensi wisata di daerah, baik itu kuliner makanan atau wisata alamnya.

Jumlah UKM binaan JNE tercatat sekitar 3.000 merchant kategori makanan di daerah, sedangkan jumlah varian makanan yang dipasarkan sekitar 8.000 macam makanan.

Demi mengoptimalkan dukungan terhadap UKM lokal menuju pasar global, JNE pun mempersiapkan layanan JNE International Service. Layanan itu dapat mendistribusikan paket pelanggan ke lebih dari 250 negara utama di semua benua.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE