PAKAR Dukung Peningkatan Kualitas SDM Profesional di Indonesia

PAKAR Dukung Peningkatan Kualitas SDM Profesional di Indonesia
Suasana Workshop di PAKAR ( Foto: Dok. PAKAR )
/ FER Jumat, 24 Agustus 2018 | 18:54 WIB

Jakarta - Data proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menunjukkan, di tahun 2018, penduduk dengan usia produktif mencapai 67,6 persen dari total populasi penduduk Indonesia. Dengan terus meningkatnya jumlah penduduk berusia produktif, persaingan di dunia kerja turut meningkat.

Kebutuhan dunia kerja yang sangat cepat berubah belum tentu bisa diikuti oleh pendidikan formal. Hal tersebut menjadikan pendidikan informal seperti kursus atau workshop menjadi jawaban dari tuntutan tersebut. Terlebih di era globalisasi, di mana sumber daya manusia (SDM) Indonesia tidak hanya bersaing secara domestik, namun juga dengan SDM dari luar negeri.

Terpanggil untuk meningkatkan kualitas SDM di Indonesia, Aditya Kristanto Goenawan yang merupakan lulusan Bachelor of Engineering dari National University of Singapore (NUS) terdorong mendirikan lembaga pendidikan informal bernama PAKAR.

"Sesuai dengan namanya, PAKAR menjembatani transfer ilmu dari para ahli dan praktisi ke masyarakat umum dalam bentuk kursus dan workshop," kata Aditya, dalam keterangan persnya, Jumat (24/8).

Berdirinya PAKAR menjadi salah satu bentuk pengabdian Aditya terhadap bangsa. Pihaknya ingin agar seluruh kalangan dapat memperoleh akses pendidikan dan melatih soft skills di luar pendidikan formal, dengan harga yang terjangkau.

Hingga saat ini, PAKAR sudah menyediakan sepuluh jenis workshop. Adapun workshop yang diadakan oleh PAKAR terbagi menjadi 3 kategori besar, yaitu Digital Marketing, Bisnis dan Kreatif. Seluruh workshop tersebut dibawakan oleh praktisi berpengalaman minimum 5 tahun, dengan kisah sukses di bidang yang akan diajarkannya.

"Salah satu kelebihan terbesar dari workshop PAKAR adalah isinya bukan teori, namun full ilmu praktis. Sehingga syarat menjadi pengajar di tempat kami, yaitu harus praktisi dan sudah menjalankan yang diajarkan," papar Aditya.

"Tidak hanya memberikan ilmu praktis selama sesi workshop, PAKAR juga memberikan layanan konsultasi setelah workshop," imbuhnya.

Berbekal dengan kelebihan tersebut, dalam waktu singkat, jumlah peserta workshop PAKAR telah mencapai angka 3.900 orang.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE