Vasaka Residence Bidik Segmen Menengah Atas di Bali

Vasaka Residence Bidik Segmen Menengah Atas di Bali
PT Waskita Karya Realty meluncurkan proyek Vasaka Denpasar dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp 1,3 triliun. ( Foto: Istimewa )
/ FER Minggu, 16 September 2018 | 18:47 WIB

Denpasar - PT Waskita Karya Realty (WKR) melakukan ekspansi bisnis properti di Denpasar, Bali, dengan mengembangkan kawasan perumahan seluas 12 hektare yang mengintegrasikan kebutuhan gaya hidup dan pusat komersial.

"Kami yakin hunian ini akan menjadi standar acuan baru untuk pasar properti di Bali, karena kami tahu apa yang dibutuhkan pasar," kata Presiden Direktur WKR, Tukijo, dalam keterangan persnya, Minggu (16/9).

Baca Juga: WKR Genjot Pembangunan Nine Plaza & Residence

Tukijo mengatakan, pihaknya tengah mengembangkan kawasan terpadu Vasaka Residence yang menyasar kebutuhan pasar segmentasi konsumen kelas menegah-atas.

"Proyek properti pertama di Pulau Dewata ini, sekaligus menjawab kebutuhan investasi properti yang lebih aman serta lebih menguntungkan baik bagi para investor domestik maupun asing," tambahnya.

Tukijo menyebutkan, kawasan perumahan Vasaka Residence layaknya walk to shop karena mengintegrasikan kebutuhan gaya hidup dan komersial yang dibangun di atas lahan seluas 1,2 hektare (ha).

Kawasan perumahan ini akan dibangun empat klaster, dengan total rumah yang akan dibangun mencapai sekitar 300 unit. Setiap klaster, akan dilengkapi sejumlah fasilitas di antaranya wahana bermain anak-anak, kolam renang, club house, dan fasilitas lainnya.

Baca Juga: Waskita Karya Realty Garap Proyek Rp 1,3 Triliun di Bali

Adapun klaster pertama yang akan dipasarkan, yakni kawasan Evara dengan harga mulai dari Rp 1,9 miliar dengan luas tanah 105 meter persegi (m2), luas bangunan 110 m2.

Tukijo menambahkan, Vasaka Residence menawarkan konsep pengembangan perumahan terbaru yakni Multi-Family Housing yang pertama di Indonesia. Setiap unit MFH, dibangun di atas tanah hak guna bangunan (HGB) seluas sekitar 300 m2 dan investor langsung dapat dengan aman melakukan balik nama ke nama mereka, baik WNI maupun WNA.

"Kami tawarkan mulai dari Rp 9 miliaran, dengan asumsi tingkat hunian dan harga sewa yang sangat konservatif saat ini, maka para pemilik MFH dapat menikmati hasil sewa minimum enam persen per tahun di awal operasional," katanya.



Sumber: ANTARA