Perusahaan Singapura Didorong Masuk KI Kendal

Perusahaan Singapura Didorong Masuk KI Kendal
Airlangga Hartarto. ( Foto: Antara )
Leonard AL Cahyoputra / HK Kamis, 11 Oktober 2018 | 20:49 WIB

Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan pihaknya aktif mendorong perusahaan Singapura berinvestasi di kawasan industri Kendal, Jawa Tengah. Selama 50 tahun terakhir, hubungan bilateral antara kedua negara telah terjalin dengan baik, terutama melalui kolaborasi peningkatan nilai perdagangan dan investasi.

“Peningkatan kerja sama Indonesia-Singapura diyakini dapat saling menguntungkan dan melengkapi sehingga mampu memperkuat perekonomian kedua negara,” ujar dia dalam siaran pers, Kamis (11/10).

Semester I-2018, investasi Singapura ke Indonesia mencapai US$ 5,04 miliar atau naik 38% dibandingkan periode sama tahun lalu. Sepanjang 2017, penanaman modal dari Negeri Singa itu mencapai US$ 8,44 miliar.

Pada 2017, nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Singapura menembus hingga US$ 9 miliar, sehingga menjadikan Negeri Singa sebagai tujuan kelima dalam pengapalan produk manufaktur nasional.

Airlangga mengatakan pihaknya mendorong investor asal Singapura untuk berinvestasi ke Kawasan Industri Kendal (KIK), Jawa Tengah. Pembangunan KIK merupakan hasil kerja sama antara investor Indonesia dan Singapura. Kawasan industri terintegrasi pertama di Jawa Tengah itu diproyeksikan menyerap potensi investasi sebesar US$ 500 juta. Pada tahap pertama, lahan yang akan digarap seluas 1.000 hektare (ha) dengan target 300 tenant dan bakal menyerap tenaga kerja sebanyak 500 ribu orang hingga 2025.

“Saat ini, kami sudah memiliki lebih dari 43 tenant di KIK. Selanjutnya, kami tengah memfokuskan untuk pengembangan Politeknik Furnitur di kawasan tersebut,” ungkap dia.

Selain itu, terang Airlangga, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama di bidang pendidikan kejuruan terutama untuk mengisi kebutuhan di sektor industri. “Guru dan dosen dari Indonesia telah dikirim untuk mengikuti program pelatihan vokasi di Singapura, seperti di bidang permesinan, pembangkit listrik, dan teknik otomasi industri,” ucap dia.

Bahkan, potensi kolaborasi Indonesia-Singapura ke depan akan dijalin di bidang ekonomi digital seiring dengan bergulirnya era revolusi industri 4.0. Salah satu prioritasnya adalah pengembangan Nongsa Digital Park di Batam, sebagai wujud konkret kesepakatan kedua Kepala Pemerintahan untuk menjadikan Batam sebagai ‘digital bridge’ Singapura ke Indonesia.



CLOSE