Perry Gelar Pertemuan dengan Sejumlah Gubernur Bank Sentral, Termasuk The Fed

Perry Gelar Pertemuan dengan Sejumlah Gubernur Bank Sentral, Termasuk The Fed
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (kiri) berjabat tangan dengan Gubernur bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell (kanan) di sela Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, Jumat 12 Oktober 2018. ( Foto: Dok BI )
Nasori / WBP Minggu, 14 Oktober 2018 | 08:17 WIB

Nusa Dua, Bali - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menggelar pertemuan maraton dengan sejumlah gubernur bank sentral dari beberapa negara sepanjang Jumat (12/10). Pertemuan dilakukan di tengah serangkaian kegiatannya pada Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali 8-14 Oktober 2018.

Pada kesempatan pertemuan pertama, Perry berdiskusi dengan Gubernur bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell. Keduanya membicarakan perkembangan ekonomi global, normalisasi kebijakan moneter di negara maju, serta dampaknya pada negara-negara berkembang.

Kesempatan itu juga dimanfaatkan Perry untuk menjelaskan ketahanan perekonomian Indonesia menghadapi dampak rambatan ekonomi global. "Bauran kebijakan (policy mix) yang dilakukan oleh BI bersama pemerintah menjadi kunci terciptanya ketahanan tersebut," ujar Perry dalam penjelasan tertulisnya, Sabtu (13/10).

Pertemuan kedua dilakukan BI dengan Gubernur bank sentral Tiongkok, People’s Bank of China, Yi Gang. Keduanya sepakat untuk memperkuat kerja sama keuangan bilateral yang telah dilakukan selama ini. "Penguatan kerja sama antarnegara yang terus diperkuat oleh Indonesia diharapkan dapat mendukung ketahanan ekonomi bangsa," kata Perry.

Dari kawasan ASEAN, pertemuan dilangsungkan dengan Gubernur bank sentral Thailand, Bank of Thailand (BoT) Veerathai Santiprabhob. Pada kesempatan itu, Veerathai menyerahkan bantuan secara langsung untuk korban bencana alam di Indonesia kepada Gubernur BI. Bantuan itu merupakan sumbangan yang dikumpulkan dari pegawai BoT, sebagai bentuk simpati atas musibah yang dialami masyarakat Indonesia.

Veerathai mengaku, pengalaman tsunami di Thailand membuatnya memahami duka mendalam yang dirasakan masyarakat Indonesia saat ini. "Kami mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh BoT dan berjanji akan menyalurkan bantuan sebaik-baiknya, seiring bantuan yang telah dan terus akan diberikan Bank Indonesia untuk rehabilitasi pascbencana," ucap Perry.

Menurut dia, penyerahan bantuan bank sentral Thailand untuk korban bencana di Indonesia menjadi bukti kentalnya solidaritas antarnegara dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018.

Terakhir, Perry menggelar pertemuan dengan Gubernur bank sentral Inggris, Bank of England (BoE) Mark Carney. Keduanya saling berbagi pandangan dan pengalaman terkait topik infrastruktur sistem pembayaran dan pasar keuangan. "Kegiatan tukar pikiran antara kedua pemimpin bank sentral diharapkan dapat menghasilkan pemahaman yang mampu mendukung semakin membaiknya proses bisnis maupun kebijakan kedua lembaga," ujar Perry.

Menurut dia, pembahasan sistem pembayaran mencakup area yang cukup luas, mulai ekonomi digital hingga pembayaran lintas perbatasan dan pembayaran ritel domestik. Salah satu yang menjadi perhatian mengenai pembiayaan UMKM, antara lain dapat dilakukan melalui ekonomi digital.

Sementara dari sisi pendalaman pasar keuangan, kata Perry, BI sangat tertarik mengetahui lebih lanjut penggunaan berbagai infrastruktur untuk mendukung pendalaman pasar keuangan di Indonesia. "Berbagai kegiatan pertukaran informasi dan pembelajaran yang terus kami lakukan diharapkan dapat mendukung komitmen BI untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memberi pelayanan yang terbaik bagi masyarakat," pungkas Perry.



Sumber: Investor Daily
CLOSE