Emas
Beberapa artikel berita dalam media keuangan sebenarnya dapat dimanfaatkan oleh pembaca untuk mengumpulkan fakta-fakta dan bentuk-bentuk opini yang diperlukan jika pembaca hendak bertransaksi Emas

Pelajaran yang dapat kita petik minggu ini dari fluktuasi komoditas Emas yang melambung tajam dari titik terendah nya akan memberikan keuntungan yang besar di masa mendatang yang berhubungan dengan berita dan mengapa hal tersebut dapat mempengaruhi pasar.

Beberapa artikel berita dalam media keuangan sebenarnya dapat dimanfaatkan oleh pembaca untuk mengumpulkan fakta-fakta dan bentuk-bentuk opini yang diperlukan jika pembaca hendak bertransaksi Emas dengan didasari oleh informasi yang tersedia.

Tentunya langkah pertama dalam melakukan cara dagang seperti itu adalah dengan membiasakan diri dengan melihat financial press untuk mengetahui apa yang terjadi sebenarnya di market.

Langkah berikutnya adalah memutuskan berita mana yang akan memiliki dampak signifikan ke pasar Emas dan tentunya berpengaruh dalam pengambilan keputusan transaksi yang intelejen / tidak berdasarkan feeling semata-mata. 

"Trader professional biasa membagi “news” atau “berita” menjadi dua kategori, yaitu informasi dan opini," Periset dan Analis Senior Monex Investindo Futures, Albertus Christian K, dalam risetnya, hari ini.

Setiap kategori memiliki dampak ke pasar di waktu tertentu – contohnya hasil minutes FOMC untuk pelonggaran moneter lebih lanjut (Kamis, 17 Mei) adalah “informasi” sementara interview dengan mantan staff divisi urusan moneter The Fed, Roberto Perlu adalah “opini”.

Mari kita analisa bentuk berita/news ini lebih jauh untuk mendapatkan gambaran mengapa hal tersebut sangat penting yang pada akhirnya memicu rebound Emas dari titik terendah 4-bulan.

Langkah pertama adalah mengenali berita yang berhubungan dengan pelonggaran moneter The Fed atau penyediaan stimulus (QE3) yang merupakan fokus pemikiran para pelaku pasar atas faktor utama penguatan / pelemahan Dollar AS dan sekaligus menjadi aspek terhadap apresiasi Emas vs uang kertas.

Langkah berikutnya adalah memutuskan apakah berita tersebut benar-benar “baru”. Rapat para anggota dewan bank sentral AS (FOMC) yang mengatur arah kebijakan suku bunga AS, dan mengindikasikan masih terbukanya peluang pelonggaran moneter sangat penting.

Mengapa? karena semua orang telah mengetahui bahwa isu terjadinya kebangkrutan Yunani akibat tidak mendapatkan bailout dan terpaksa harus keluar dari member Uni Eropa adalah buruk bagi Emas dan positif untuk Dollar.

Wajar jika terjadi pelemahan Emas cukup tajam dalam seminggu terakhir, akibat resiko yang tidak bisa dianggap enteng ini. Imbas dari skenario keluarnya Yunani dari mata uang tunggal Euro adalah kembali ke mata uang Drachma dan terjadi devaluasi drachma yang baru sebesar 50 persen, dimana hal ini akan menimbulkan kerugian bagi Jerman dan Prancis sekitar 155 milyar Euro, suatu angka yang fantastis bagi bank sentral negara Barat.
 
Bahaya yang lebih mengancam adalah efek berantai nya ke utang swasta dan publik di negara perifer Eropa dan Prancis senilai 15 trilyun Euro dan jika pada aset perbankan Uni Eropa yang memegang obligasi Yunani sebesar 27 trilyun Euro. Sehingga Dollar menguat tajam terhadap Emas, karena resiko tersebut memicu aksi hindar resiko para investor ke Dollar.

Namun berita FOMC minutes tersebut merupakan berita pertama yang positif untuk Emas sehubungan dengan faktor Dollar. Menjadikan berita tersebut “berita baru”.

Selain daripada itu, meeting FOMC sebelumnya di bulan Maret, para anggota dewan The Fed sepakat bahwa penetapan suku bunga masih tergantung data ekonomi AS yang notabene menunjukkan perbaikan, sehingga peluang untuk pelonggaran moneter/penyediaan stimulus pun makin menyusut. Padahal faktor pelonggaran moneter merupakan lokomotif bagi Dollar dan juga Emas.
 
Hasil FOMC minutes ini akhirnya menghasilkan “berita baru” yang membalikkan semua hal yang menjadi fokus pasar selama ini. Berita seperti itu akan membuat pemikiran para pelaku pasar menjadi lebih positif, ketika krisis politik Yunani mereka pikir buruk untuk Emas dan merubah psikologis sentiment dan memberikan para pelaku pasar kepercayaan diri pada aset Emas.

Hal berikutnya yang berbentuk “opini” adalah interview mantan staf divisi urusan moneter The Fed, yaitu Roberto Perli. Seluruh dunia telah bereaksi pada cerita FOMC dan Dollar.

Kemudian dalam interview langsung dengan anggota The Fed, dikatakan bahwa resiko kebangkrutan Yunani justru akan memperbesar peluang pelonggaran moneter The Fed dan acuan bank sentral AS untuk melonggarkan moneter beralih dari indikator seperti pertumbuhan ekonomi ataupun inflasi menjadi resiko eksternal yang dapat menghambat pemulihan.

Maka berakhirlah sentiment dan psikologis negative sebelumnya pada Emas, karena peluang pelonggaran moneter merupakan katalis negatif untuk Dollar.
Pembaca harus menyadari bahwa kita berdagang dengan probabilitas.

Investor pintar akan terus mencoba untuk mencari hal yang penting dalam kejadian tertentu berdasarkan ekspetasi probabilitas tertentu dan membuat keputusan bertransaksi berdasarkan kesimpulan tersebut. FOMC membuat pernyataan. Apakah hal tersebut terdengar positif untuk anda–apakah hal itu membuat anda merasa yakin dengan posisi anda di market.

Tentu saja hal itu berpengaruh. Besar kemungkinannya reaksi anda juga akan sama halnya dengan reaksi orang lain sebagai investor. Apa yang anda rasakan tidak akan jauh berbeda dengan pelaku pasar lainnya.

Jika pembaca surprised dengan berita tertentu, maka probability nya cukup besar jika orang lain juga akan merasa surprised. Jika pembaca tidak merasa surprised, maka sama hal nya juga pelaku pasar lainnya akan merasa biasa saja.

Supaya bisa bertransaksi Emas dengan aman, investor juga perlu bersikap bijaksana ketika terjadi volatilitas pasar yang kadang kala dapat menjebak, dikenal dengan istilah “bahaya crowd behavior”, maksudnya adalah menjadi trend follower memang strategi yang cukup bagus namun patut dicermati juga ketika trend tersebut sudah mulai kadaluarsa ya sebaiknya kita tidak perlu mengikuti trend yang lama tersebut, atau secara mudahnya dapat kita analogikan dengan perilaku arah terbang nya burung bebek, yaitu ketika semua orang sudah mengetahui bahwa burung bebek selalu terbang ke arah selatan ketika musim dingin dimulai.

Namun disaat anda melihat burung tersebut tiba-tiba berubah arah terbang nya malah ke utara di musim dingin, maka anda mendapatkan “berita baru”, yang berpotensi menggerakkan pasar.

Berbagai Media Massa di bidang keuangan biasanya mengumpulkan update market dari Reuters, Bloomberg,dll yang memang menyajikan banyak sekali berita berdampak negatif untuk Emas, namun itu tugas mereka untuk menyediakan informasi sebanyak mungkin.

Namun bagi para investor, merupakan tugas kita untuk memutuskan berita mana yang merupakan faktor penggerak market. Jika kita tidak bisa memutuskan, maka lebih baik untuk mengobservasi terlebih dahulu, dan menyimpan uang kita untuk berdagang Emas di lain waktu. 


Penulis: /FEB