Aksi Profit Taking Membuat IHSG dan Rupiah Melemah

Aksi Profit Taking Membuat IHSG dan Rupiah Melemah
Ilustrasi IHSG. ( Foto: Antara / Sigid Kurniawan )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Jumat, 9 November 2018 | 16:29 WIB

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,7 persen ke 5.874,15 pada akhir perdagangan hari ini, Jumat (9/11).

Saham-saham unggulan yang tergabung dalam Investor33 turun 1,6 persen ke kisaran 425,32, indeks LQ45 turun 2,5 persen ke kisaran 931,01, JII turun 1,6 persen ke 655.

Sektor agri turun 0,3 persen, industri dasar turun 0,4 persen, konsumsi turun 5,1 persen, keuangan turun 1,3 persen, infrastruktur turun 0,5 persen.

Sektor manufaktur turun 3,1 persen, tambang turun 1,1 persen, aneka industri turun 0,4 persen, properti turun 1,5 persen, perdagangan datar.

Menurut data Bloomberg, rupiah pukul 16.20 WIB di pasar spot exchange berada di level Rp 14.677,5 per dolar AS atau terdepresiasi 138,5 poin (0,95 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.539. Transaksi rupiah hari ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.607.5-Rp 14.694 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,11 persen ke Rp 16.635,88, rupiah terhadap pound sterling menguat 0,01 persen ke Rp 19.095,2, rupiah terhadap yen melemah 0,91 persen ke Rp 129,05, rupiah terhadap yuan melemah 0,43 persen ke 2.109,64, rupiah terhadap dolar Singapura melemah 0,46 persen ke Rp 10.657,81.

Menurut data IMQ21, rupiah sore ini berada di level Rp 14.669 atau terdepresiasi 130 poin (0,89 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya Rp 14.539. Rupiah berada di level terlemah di Rp 14.668 dan terkuat di Rp 14.615.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah pada perdagangan hari ini berada di kurs tengah Rp 14.632 atau terapresiasi 19 poin dari perdagangan sebelumnya Rp 14.651. Rupiah diperdagangkan di kisaran Rp 14.705 (kurs jual) dan Rp 14.559 (kurs beli).



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE