FCOM B737 Max 8, Garuda Koordinasi dengan Boeing

FCOM B737 Max 8, Garuda Koordinasi dengan Boeing
Boeing 737 Max Series. ( Foto: Boeing )
Thresa Sandra Desfika / YUD Jumat, 9 November 2018 | 16:49 WIB

Jakarta – Sehubungan dengan hasil pemeriksaan khusus kelaikudaraan pesawat jenis B737 Max 8 beberapa waktu yang lalu, Garuda Indonesia memastikan armada B737 Max 8 yang saat ini dioperasikan layak terbang. Maskapai juga telah berkoordinasi dengan Boeing terkait flight crew operating manual (FCOM) buletin terbaru untuk pesawat B 737 Max 8.

Pemeriksaan khusus telah dilakukan oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) dan Garuda Indonesia pada 30 Oktober 2018 sesuai dengan surat yang dikeluarkan Direktur KPPU.

Pemeriksaan khusus tersebut meliputi indikasi repetitive problems, pelaksanaan troubleshootings, kesesuaian terhadap prosedur dan implementasi pelaksanaan aspek kelaikudaraan, dan juga kelengkapan peralatan untuk melakukan troubleshooting pada pesawat B737 Max 8 tersebut.

Setelah memeriksa dan menganalisa hasil pemeriksaan tersebut, DKPPU dalam pernyataan yang telah disampaikan kepada publik menyimpulkan bahwa inspeksi rutin terhadap pesawat B737 Max 8 yang dioperasikan Garuda Indonesia tersebut telah melalui proses maintenance sesuai jadwal, komponen terpasang tidak melewati batas umur pakai, serta tidak ditemukan adanya gangguan teknis pada fitur mesin pesawat.

Direktur Teknik Garuda Indonesia I Wayan Susena mengatakan, Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan nasional terus berupaya mengedepankan komitmen dan budaya safety dalam seluruh lini operasionalnya. Hal tersebut sejalan dengan value aspek safety sebagai core operasional perusahaan yang sudah tertanam dalam budaya kerja jajaran karyawan dan lini operasional Garuda Indonesia.

“Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Garuda Indonesia senantiasa mengacu dan patuh terhadap seluruh ketentuan yang dikeluarkan oleh regulator," tambah Wayan dalam keterangannya, Jumat (9/11).

Sejalan dengan upaya maksimalisasi aspek safety pada pengoperasian satu armada B737 Max 8, Garuda Indonesia juga telah melakukan koordinasi intensif dengan Boeing selaku pabrikan pesawat, kata Wayan, dengan melakukan update manual mitigasi pengoperasian Boeing 737 Max 8 sesuai dengan FCOM yang telah diupdate lebih lanjut oleh Boeing.

Dia menjelaskan, manual tersebut mengatur panduan yang harus diambil penerbang saat mengalami kondisi tertentu yang terkait dengan kondisi erroneous input pada fitur angle of attact sensor pesawat.

"Buletin tersebut juga telah kami sampaikan ke seluruh lini maintenance dan operasional Garuda Indonesia dan menjadi panduan untuk menjalankan kegiatan operasional Garuda Indonesia, khususnya untuk armada B737 Max 8 kami," tutup Wayan.

Sebelumnya, pada April lalu Garuda Indonesia telah melewati proses audit setiap dua tahuban dan telah memperbaharui sertifikat IOSA (IATA Operational Safety Audit) Certificate untuk ke-6 kalinya, di mana pada tahun 2008 Garuda Indonesia menjadi perusahaan penerbangan pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikat tersebut.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE