Airlangga Ajak Masyarakat Indonesia Sambut Revolusi Industri 4.0

Airlangga Ajak Masyarakat Indonesia Sambut Revolusi Industri 4.0
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto. ( Foto: istimewa )
Robert Wardy / FER Jumat, 9 November 2018 | 21:29 WIB

Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto, mengajak masyarakat Indonesia untuk menyambut Revolusi Industri 4.0. Bangsa Indonesia dinilai tidak boleh gagap dan tertinggal, namun harus mampu bersaing dengan negara lain.

"Bangsa ini akan segera menyambut era baru era yang berlandaskan digital yaitu era Indonesia 4.0 yang berlandaskan pada satu prinsip yaitu perubahan yang dinamis, transformatif dan berkemajuan," kata Airlangga saat memberikan pidato dalam acara "Solidaritas untuk Indonesia Lebih Baik" di Jakarta Convention Centre (JCC), Jumat (9/11) malam.

Airlangga menjelaskan, Indonesia 4.0 mendorong transformasi sosial budaya pada masyarakat. Transformasi ini dipengaruhi faktor eksternal berupa teknologi. Sementara dari internal berupa keadaan politik, entrepreneruship, manufaktur dan ekonomi global versus lokal.

Menurutnya, teknologi membuat secara sosial budaya merubah cara berinteraksi, cara memandang suatu masalah dan mengambil keputusan. Namun hal ini tidaklah lepas dari faktor internal, yang pertama dan utama adalah stabilitas politik. Untuk menjaga agar Indonesia 4.0 ini berada pada track yang tepat maka dibutuhkan kondisi politik yang stabil dan dalam koridor demokrasi yang sehat.

"Kunci utama dari transformasi ini adalah stabilitas politik yang mendukung stabilitas ekonomi. Di sini pentingnya keberlanjutan kepemimpinan," tegas Ketua Umum Partai Golkar ini.

Lebih lanjut, Airlangga mengatakan, pihaknya memprediksi ‎20 tahun yang akan datang, penggerak ekonomi Indonesia akan datang dari empat pilar, yaitu industri, teknologi, inovasi dan sumber daya manusia (SDM). Keempat pilar ini akan membawa ekonomi Indonesia mengalami loncatan dalam bidang ekonomi, dimana Indonesia akan masuk dalam jajaran 10 besar. "Saya yakin kita akan mencapai 5 besar ekonomi dunia dalam kurun waktu tersebut," tuturnya.

Airlangga menambahkan, di masa lalu, ada istilah trilogi pembangunan yaitu stabilitas nasional, pertumbuhan ekonomi tinggi, dan pemerataan pembangunan. Di masa mendatang trilogi tersebut harus ditransformasi dengan Industri yang berdaya saing, teknologi yang maju dan bermanfaat, serta SDM yang unggul.

"Untuk mewujudkan hal tersebut kita butuh leadership yang melek teknologi dan tidak canggung untuk berinteraksi. Kepemimpinan yang tech savvy ini harus dibangun di semua level pemerintahan dan setiap pilar demokrasi," tutup Airlangga.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE