Krisis Eropa Peluang Bagus Pasar Modal Indonesia

Krisis Eropa Peluang Bagus Pasar Modal Indonesia
Ilustrasi krisis keuangan yang melanda perbankan di Spanyol (FOTO: AFP PHOTO / Pedro ARMESTRE)
Kamis, 2 Agustus 2012 | 16:51 WIB
Pasar modal Indonesia harus mempersiapkan sebagai antisipasi masuknya arus asing ke bursa domestik.

Lesunya pasar keuangan global dan regional menjadi peluang pasar modal Indonesia guna  menyambut masuknya aliran dana asing ke Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menurut Presiden Direktur PT Schroder Investment Management Indonesia, Michael T Tjoajadi, di tengah ancaman krisis Eropa, negara berkembang akan menjadi pilihan investor global.

"Indonesia yang dikategorikan negara berkembang akan memiliki pertumbuhan yang lebih baik ketimbang negara maju," kata dia di gedung BEI, Jakarta, hari ini.

Michael mengatakan, pertumbuhan tersebut ditopang besarnya pasar domestik. Dengan tidak terlalu bergantung pada ekspor, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih yang lebih tinggi dibanding negara lainnya.

Meski begitu Michael menambahkan, pasar modal Indonesia harus mempersiapkan sebagai antisipasi masuknya arus asing ke bursa domestik.

Beberapa hal yang harus dilakukan menurut Michael, adalah peningkatan likuiditas dan penyempurnaan regulasi. Caranya, bisa memperbanyak perusahaan melakukan Initial Public Offering (IPO), penerbitan saham baru (rights issue), atau peningkatan porsi pemegang saham publik.

Michael menuturkan, masih prospektifnya Indonesia di tengah krisis global adalah utang ekonomi di negara berkembang, termasuk Indonesia maish lebih kecil dibanding negara maju. "Negara berkembang ekonominya lebih sehat. Ini membuat Indonesia menuju trend yang positif,” ujarnya.


CLOSE