Seorang pekerja melintas tak jauh dari layar indeks perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan.
Hal ini mengindikasikan adanya potensi pergerakan IHSG dalam fase bullishnya yang kuat

Dalam minggu ini, kita akan bersama-sama mengamati sebuah aspek astrologi yang akan memberikan pengaruh yang signifikan pada pergerakan pasar, yaitu siklus Venus Trines Uranus pada 12 September 2012.

Hal ini mengindikasikan adanya potensi pergerakan IHSG dalam fase bullishnya yang kuat, dimana IHSG akan berusaha untuk membentuk formasi higher high seperti yang telah saya prediksikan sebelumnya.

Saat ini, harga telah bergerak hingga menembus fibonacci retracement 78.6% yang dapat diukur semenjak area peak pada 23 Agustus 12 hingga area bottom pada 31 Agustus 12 lalu, sehingga IHSG menunjukan potensinya untuk bergerak hingga menguat menembus area resistance terdekat yang terletak pada level 4.183.

Disamping itu, indikator momentum secara mingguan telah menunjukan hilangnya momentum pelemahan dari harga, sehingga memberikan sinyal bahwa harga akan kembali melanjutkan penguatannya yang telah terjadi sejak seminggu sebelumnya.

Untuk saat ini, peluang terbesar bagi penguatan harga terletak pada rentang harga 4.143-4.200 dengan risiko pelemahan untuk menutup gapnya pada level 4.013. Apabila kita melihat adanya koreksi dalam fase penguatan saat ini, maka area gap tersebut yang akan menjadi target pelemahan kita. Artinya, pasar masih memiliki potensi upside yang cukup tingi relatif terhadap potensi downsidenya.

Untuk hari ini, saya melihat adanya potensi pembentukan pola bullish pada beberapa saham yang memiliki peluang untuk melanjutkan penguatannya hingga area target penguatannya. Namun kita harus mulai berhati-hati terhadap potensi pembentukan puncak pada harga dalam waktu dekat ini, dimana harga telah memasuki zona time resistancenya hingga 13 September 2012 mendatang. Beberapa saham pilihan yang potensial bagi portofolio Anda saat ini ialah HRUM, MNCN, dan RANC.

Harga akan bergerak menembus area resistance pertama pada level 4.183 dengan risiko pelemahan terburuk menutup area gap hingga 4.013.

Saat ini, harga masih bergerak dalam pola konsolidasi ascending broadening wedge dan mengejar area trendline resistance dari pola tersebut.

Indikator stokastik saat ini telah memasuki area jenuh belinya, namun dibarengi dengan tertembus area high sebelumnya yang menunjukan bahwa IHSG masih memiliki momentum penguatan hingga berhasil membentuk turning point pada area time resistance.

Harga akan membentuk peak selanjutnya pada pertengahan minggu ini, oleh karena itu kita akan bersiap untuk merealisasikan keuntungan yang telah kita akumulasi pada minggu ini.

Penulis: /FEB