Foto udara sebuah lokasi penyimpanan batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik FOTO : ANTARA
Perseroan sudah menyadari adanya dugaan penyimpangan keuangan dalam operasional Bumi Resources.

Salah satu eksportir batubara terbesar dunia, Bumi Plc akan melakukan investigasi dugaan penyelewangan penggunaan keuangan perusahaan afiliasinya di Indonesia, PT Bumi Resources Tbk.

Rencana ini membuat saham perusahaan patungan Nathaniel Rothschild dengan kepemilikan 29 persen dan keluarga Bakrie ini terhempas 27 persen di bursa London, akhir pekan lalu.   

Manajemen Bumi Plc menyatakan, perseroan sudah menyadari adanya dugaan penyimpangan keuangan dalam operasional Bumi Resources. Fokus investigasi Bumi Plc adalah merinci penggunaan dana di Bumi Resources Tbk dan PT Berau Coal Energy Tbk.

Dalam laporan keuangan Bumi Plc Desember 2011, nilai pengembangan Berau Coal Energy diturunkan menjadi nol dari sebelumnya US$75 juta dan dari US$247 juta menjadi nol.

Hanya investasi dengan nilai US$39 juta yang tercantum dalam laporan keuangan konsolidasi perusahaan. Sebagai gambaran, Bumi Plc memiliki 85 persen saham di Berau Coal Energy.

"Dalam dalam setahun terakhir, tidak ada rincain detil dalam pengembangan aset di kedua perusahaan tersebut," tutur menajemen Bumi Plc, di London, hari ini.   

Direktur Bumi Resources Tbk Dileep Srivastava mengatakan, perseroan tidak mengetahui mengenai informasi tersebut dan akan menunggu perkembangan lebih lanjut sebelum menentukan sikap Bumi.

Dileep hanya mengungkapkan, auditor Bumi Resources Mazars, adalah sala satu auditor ternama di Eropa yang memahami standar akuntansi di Indonesia.  "Kami akan mengumumkan jika ada info lebih lanjut," kata Dileep kepada Beritasatu.com, hari ini.

Investigasi Bumi Plc kepada Bumi Resorces memberikan pukulan telak pada kredibilitas Aburizal Bakrie, yang tengah mencalonkan menjadi presiden Indonesia pada tahun 2014.

Sementara di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 10 saham grup Bakrie bertumbangan pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini (24/9) menyusul aksi jual massif saham Bumi Plc di bursa London (London Stock Exchange) akhir pekan lalu. Saham kelompok Bakrie di sektor telekomunikasi, perkebunan, dan energi turun rata-rata 5-10 persen pada hari ini.

Kabar investigasi ini membuat harga saham Bumi Plc di bursa London tergerus 27 persen menjadi 195,90 sen GBp dari posisi sebelumnya 250,10 sen GBp.   

Hingga pukul 05.47 waktu Indonesia atau Senin Pagi waktu London, saham Bumi Plc turun 39,9 persen mencapai 120,50 Gbp.

Penurunan ini merupakan level terendah sepanjang sejarah sejak Juli 2010 saat listing. Hal tersebut juga menjadikan saham Bumi Plc sebagai saham dengan performa terburuk tahun ini di antara 21 anggota FTSE 350 Mining Index.

Konflik Nathaniel Rotschild, direktur independen Bumi Plc. dengan keluarga Bakrie bukan yang pertama. Sebelumnya di 2011, pria yang akrab disapa Nat ini meminta pembersihan di dalam manajemen keuangan Bumi Resources menyusul kenginan percepatan pembayaran utang.

Namun kenginan Nathaniel membersihkan manajemen Bumi Resources tidak cukup kuat melawan kelompok Bakrie. Justru perselisihan tersebut berujung dengan didepaknya Nathaniel dari kursi co-chairman dan menjadi direktur independen Bumi Plc.

Nathaniel juga pernah mengirim surat kepada Presiden Direktur Bumi Resources Ari Hudaya. Nathaniel minta agar dana-dana investasi segera dicairkan untuk membayar utang.

Bumi Resources pada 27 Agustus lalu menunda pencairan dana investasi sebesar US423 juta (Rp2,3 triliun) pada PT Recapital Asset Management.

Padahal jika dana tersebut cair, Bumi bisa mempercepat penyelesaian utangnya ke CIC senilai US$638 juta (Rp6,38 triliun) yang jatuh tempo pada Oktober 2012 mendatang. Alhasil, bisa mengurangi beban bunga dan utang perseroan yang mencapai Rp30 triliun hingga 2014

 

Penulis: