Seorang buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) memegang poster ketika berunjuk rasa di halaman Kantor Gubernur Sumatera Utara, di Medan, Kamis (12/7). Mereka menolak sistem kerja kontrak (outsourcing) dan meminta pemerintah menerapkan upah layak kepada seluruh buruh di Indonesia
Pada 3 Oktober mendatang sebanyak 2,8 juta buruh akan mengadakan mogok masal dan menutup sentra-sentra industri

Serikat buruh ancam akan melakukan mogok nasional dengan melibatkan 10 juta buruh jika sistem outsourcing tidak juga dihapuskan pada awal Oktober mendatang.
 
"Kami menuntut sistem outsourcing dihapuskan per 15 Oktober ini," kata  Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal, di sela  demonstrasi buruh di depan Kementerian Kesehatan, hari ini.
 
Dia mengatakan, pada 3 Oktober mendatang sebanyak 2,8 juta buruh akan mengadakan mogok masal dan menutup sentra-sentra industri.
 
Buruh menuntut penghapusan sistem outsourcing dan upah murah serta menolak partisipasi buruh untuk membayar iuran jaminan kesehatan sebesar dua persen seperti yang diusulkan pemerintah.
 
Jika tuntutan penghapusan outsourcing tidak diindahkan, dan pemerintah  tidak bisa memberikan jaminan per 1 januari 2014 semua warga negara mendapat jaminan kesehatan, maka sebanyak 10 juta buruh di 28 provinsi akan mengadakan mogok masal selama tujuh hari berturut-turut dan menutup 12 pintu tol di awal November.
 
Iqbal mengatakan aksi mogok masal tersebut diperkirakan akan melumpuhkan kegiatan industri nasional.
 
Iqbal mengatakan para buruh juga meminta pemerintah mengeluarkan peraturan bahwa Penerima Bantuan Iuran (PBI) adalah termasuk siapapun yang berpenghasilan sama dengan atau kurang dari Upah Minimum Terkecil.
 
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Mudhofir  mengatakan pihaknya telah menyebar surat pemberitahuan kepada kaum buruh  di 14 provinsi mengenai rencana mogok nasional tanggal 3 Oktober  mendatang.
 
Mudhofir mengataka, yang akan mogok bukan hanya buruh di sentra industri tetapi juga di lokasi lain.
 
"Tuntutan kami adalah harga mati dan kami akan berdemonstrasi di semua  tempat termasuk di DPRD, kantor walikota dan bupati," tegasnya.


Penulis: /FEB