Ilustrasi Honda Accord di sebuah Pameran
Demonstrasi anti-Jepang di China, semakin menyulitkan pabrikan mobil Jepang menembus pasar kendaraan terbesar dunia ini.
 
Di pasar China, penjualan mobil Korea Selatan terus meroket hingga mencatat rekor baru, sedangkan mobil Jepang makin melempem.

Sepanjang September lalu, produsen mobil terbesar Korsel, Hyundai Motor dan afiliasinya Kia Motors Corp, misalnya, mampu menjual 127.827 kendaraan, naik 10 persen dari angka penjualan September 2011. Hyundai berharap 'panen' mereka di pasar China dapat melebihi target penjualan 2012 yang mencapai 1,25 juta unit -- demikian pernyataan tertulis perusahaan yang bermarkas di Seoul ini, seperti yang dikutip Bloomberg, Minggu (7/10) hari ini.

Sementara itu, penjualan mobil Jepang terus melorot. Menurut koran Yomiuri, penjualan mobil Toyota Motor Corp pada September anjlok hingga tinggal separuh dari bulan sebelumnya, sedangkan Mazda Motor Corp menyatakan penjualannya turun 35 persen dari tahun sebelumnya.

China merupakan pasar kendaraan terbesar di dunia. Kesulitan menembus pasar China akan menjadi problem serius bagi pabrikan mobil Jepang.

Melempemnya penjualan mobil Jepang tak lepas dari aksi demonstrasi Anti-Jepang yang kini merebak di sejumlah kota di China.

Kedua negara tengah bersengketa tentang kepemilikan tiga pulau, yang didaku China tapi dikuasai Jepang.

"Sentimen Anti-Jepang mulai memukul penjualan mobil sejak September, dan pembuat mobil Korea yang memanen manfaat," kata Eric Choi, analis dari Shinhan Investment Corp yang berbasis di Seoul.

Penjualan Hyundai Motor dan Kia Motors didorong oleh seri Langdong dan model K2.

Langdong mampu mencatat penjualan 15.243 unit sepanjang September, naik 50 persen dari penjualan  bulan Agustus ketika seri ini diluncurkan.

Sementara itu, KIA menjual 15.656 unit K2, satu rekor baru bagi seri mobil ini.

Penulis: /WBP

Sumber:Bloomberg