Tongkang batubara
Perseroan berpotensi meraup dana sekitar Rp418,4- 549,15 miliar.

PT Baramulti Sukses Sarana Tbk (BSSR) menawarkan harga saham perdana (initial public offering/IPO). pada kisaran Rp1.600-2.100.

Perusahaan di sektor batubara ini akan melepas maksimal 261,5 juta (10 persen) saham baru. Dengan demikian, perseroan berpotensi meraup dana sekitar Rp418,4- 549,15 miliar.

Harga itu juga mencerminkan estimasi price to ear ning ratio (PER) 2013 sekitar 8,6-11,5 kali.

“Baramulti telah mendapatkan pernyataan praefektif dari Bapepam- LK (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan),” kata Director and Corporate Finance CIMB Securities I Wayan Gemuh di Jakarta, Senin (15/10).

Perseroan menunjuk CIMB adalah penjamin emisi. Masa bookbuilding berlangsung selama pekan ini. Sedangkan pernyataan efektif dari Bapepam- LK diharapkan bisa diperoleh pada 29 Oktober 2012. Adapun penawaran umum ditargetkan dilaksanakan pada 31 Oktober-2 November 2012.

Setelah penawaran berlangsung, kelebihan pemesanan akan diumumkan pada 6 November 2012. Dengan demikian, pengembalian dana (refund) bisa berlangsung pada 7 November 2012. “Pencatatan saham di bursa (listing) diharapkan dilakukan pada 7 November 2012,” kata dia.

Alokasi Dana
Direktur Baramulti Eric Rahardja mengatakan, sebanyak 46 persen dana hasil IPO dialokasikan untuk modal anak usaha perseroan, PT Antang Gunung Meratus (AGM).

Sedangkan sebanyak 11 persen digunakan untuk modal kerja perseroan. Sisanya sebesar 35 persen, digunakan untuk pelunasan utang bank.“Jadi sebagian besar dananya untuk modal di per usahaan dan anak perusahaan,” ujar dia.

Baramulti memiliki 99,99 persen saham AGM, perusahaan tambang batubara yang berada di 100 kilometer timur laut kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Total cadangan dan sumber daya batubara Baramulti dan AGM berdasarkan laporan JORC yang disusun Aseamco per 31 Mei 2012 masing- masing mencapai 59,6 juta ton dan 860,7 juta ton.

Direktur Utama Baramulti Hendry Angkasa mengatakan, AGM sudah berproduksi sejak 2011. Tahun lalu, produksinya mencapai 1,9 juta ton dan berkontribusi besar terhadap Baramulti. “Selama empat bulan 2012, produksi AGM mencapai 1 juta ton,” kata dia.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Baramulti Geroad Jusuf menambahkan, pendapatan perseroan sampai April 2012 mencapai US$39, 41 juta atau setara Rp370,45 miliar. Jumlah tersebut mencapai 70,64 persen dari total pendapatan tahun lalu.

“Kami targetkan total produksi AGM dan BSSR mencapai sekitar 3- 3,5 juta ton. Sedangkan pada 2013 di- targetkan bisa mencapai sekitar 5-5,5 juta ton,” kata dia.

Geroad enggan menyebutkan target pendapatan tahun ini. Dia hanya mengatakan batubara yang dihasilkan perseroan berkalori rendah dan banyak digunakan untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Kandungan kalori batubara AGM mencapai 4.400 kilokalori (kkal), sedangkan blok 1 dan 2 Baramulti sebesar 4.200 kkal.

“Kami memiliki beberapa konsumen besar seperti GD Fuel dan Kailuan dari China dan Daewoo dari Korea Selatan. Sedangkan konsumen dalam negeri kami adalah PT Semen Gresik Tbk dan PT PLN,” kata dia.

Tahun depan, perseroan akan menggunakan dana IPO untuk mengembangkan blok 3 dan 4 tambang Baramulti. Baramulti empat blok tambang batubara di Kalimantan Timur dengan luas konsesi 2.459,8 hektare (ha).

Penulis: