Hyundai di Sao Paulo International Motor Show, 22 Oktober 2012.
Dua perusahaan Korea Selatan itu tak membantah dan bersedia mengganti rugi 900.000 pembeli.

Serangkaian tes yang dilakukan sebuah lembaga di Amerika Serikat menemukan bahwa banyak model mobil buatan pabrikan Korea Selatan, Hyundai dan KIA, telah mencantumkan tingkat konsumsi bahan bakar minyak lebih boros dari klaim perusahaan.

Tes oleh Environmental Protection Agency (EPA) itu dilakukan setelah munculnya banyak keluhan dari pemilik mobil kedua merk tersebut di AS bahwa konsumsi BBM mobil mereka ternyata lebih boros dari yang diiklankan perusahaan.

Dalam tes EPA ditemukan bahwa tingkat konsumsi BBM berbagai model mobil Korea itu lebih boros satu atau dua mil per galon, dan di satu kasus bisa lebih boros enam mil per galon dari yang diklaim perusahaan.

Hyundai dan KIA menyatakan mereka tidak akan membantah temuan EPA tersebut dan malah setuju memberi ganti rugi kepada sekitar 900.000 pelanggan yang telah membeli mobil dengan stiker konsumsi BBM yang menyesatkan, nilainya diperkirakan ratusan juta dolar. Dua perusahaan itu, yang diinduki Hyundai, menegaskan kesalahan yang terjadi tidak disengaja.

Dalam beberapa tahun terakhir, Hyundai dan KIA telah sukses di pasar AS dengan model mobil kecil seperti Hyundai Elantra dan KIA Rio, yang diiklankan punya tingkat konsumsi BBM 40 mil per galon (16,8 km/liter) jalan tol.

Namun iklan tersebut malah menjadi bumerang dan mungkin bisa merusak reputasi perusahaan. Model paling akhir Hyundai Elantra, Accent, dan Veloster, dan juga Kia Rio, faktanya tidak bisa menempuh 40 mil per galon jalan tol.

EPA akan mengganti stiker konsumsi BBM untuk model tahun 2012 dan 2013, dan rata-rata tingkat konsumsi BBM seluruh model Hyundai tahun 2012 turun dari 27 mil/galon (11,4 km/liter) menjadi 26 mil/galon (10,9 km/liter).

Seberapa sering kesalahan seperti ini bisa terjadi? Menurut EPA, sejak tahun 2000 hanya pernah terjadi dua kali kesalahan label konsumsi BBM sehingga harus diganti.

“Ini untuk pertamakalinya di mana begitu banyak mobil dari pabrikan yang sama melakukan penyimpangan yang begitu signifikan,” kata lembaga itu seperti dilansir the Washington Post.

EPA secara acak mengetes sekitar 15 persen dari seluruh jenis mobil dalam satu tahun di laboratorium emisi dan bahan bakar kendaraan miliknya yang terdapat di Ann Arbor, Michigan, untuk menguji kalau tingkat konsumsi BBM aktual sesuai dengan klaim perusahaan. Lembaga ini juga menanggapi keluhan yang dilayangkan oleh para pembeli mobil.

“Kabar baiknya adalah sistem ini efektif,” kata pengamat otomotif John O'Dell dari Edmunds.com. “Dan, meskipun butuh waktu lebih dari satu tahun, EPA bisa menemukan kesalahan ini dan menuntut Hyundai dan KIA untuk mengoreksi klaim mereka serta mengganti rugi pelanggan.”

Para pemilik mobil dan perusahaan pesaing sudah mengeluhkan klaim Hyundai dan KIA sepanjang tahun ini. Ford pernah mengundang wartawan di fasilitas pengujiannya untuk menyelidiki performa Hyundai Elantra.

Bulan Juli tahun ini, seorang pemilik Elantra di Sacramento menggugat Hyundai karena konsumsi BBM yang lebih boros dari yang diiklankan.

Dalam gugatan itu disebutkan iklan TV Elantra yang 40 mil/galon ternyata untuk jalan tol, bukan dalam kota atau kombinasi tol/dalam kota, dan keterangan tentang itu dicantumkan sekejap mata dalam teks kecil yang tak terbaca.

Ternyata sekarang, tingkat 40 mil/galon itu pun diragukan.

Penulis: