Ilustrasi ATM BCA
Pertumbuhan KPR BCA didasari atas perkiraan pertumbuhan KPR industri yang berkisar di angka 20 persen

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memperkirakan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) dapat bertumbuh sekitar 25-30 persen pada 2013. Sedangkan secara industri, pertumbuhan KPR diperkirakan minimal bertumbuh 20 persen.

"Tahun depan pertumbuhan KPR kami bisa mencapai 25-30 persen, karena pertumbuhan KPR industri itu minimal sekitar 20 persen. Kami lihat, para pengembang (developer) masih optimistis," kata Direktur Konsumer BCA, Henry Koenaifi, di sela-sela "Second Asian Central Banks' Watchers Conference" di Gedung BI, Jakarta, hari ini.

Henry mengatakan, pertumbuhan KPR memang ditunjang oleh kebutuhan akan rumah yang tidak pernah berhenti. Menurutnya, bisa dikatakan pertumbuhan paling besar di kredit konsumer selama ini ditunjang oleh KPR. Apalagi, sebenarnya rumah juga banyak digunakan untuk investasi dan tidak hanya sebagai kredit konsumsi.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) pada 2011 yang dipaparkannya, penyaluran KPR telah mencapai Rp182,6 triliun, dibandingkan 11 tahun sebelumnya pada 2000 yang baru sebanyak Rp15,9 triliun.

"Pertumbuhan kredit konsumer, termasuk KPR, sejalan dengan meningkatnya jumlah kelas menengah yang total pendapatan per kapitanya telah melampaui level US$3.500," ujar Henry.

Namun menurut Henry, pada 2010, penetrasi KPR di Indonesia masih termasuk yang terendah di wilayah ASEAN, yaitu masih sekitar 2 persen. Angka itu masih sedikit di bawah Filipina yang sebesar 3 persen, Thailand 11 persen, Malaysia 30 persen, dan Singapura yang 37 persen.

BCA sendiri, menurut Henry, telah memiliki porsi KPR yang meningkat dari 36 persen pada 2001, menjadi 55,8 persen pada 2011. Pangsa pasar KPR BCA juga telah meningkat dua kali lipat selama lima tahun terakhir, yaitu dari 6 persen pada 2006 menjadi 15 persen.

Henry mengatakan, saat ini porsi bisnis konsumer BCA adalah sekitar 28-30 persen dari total kredit, yaitu sekitar Rp50 triliun dari Rp200 triliun lebih.

LTV Tak Menghambat

Kendati aturan rasio kredit terhadap nilai aset (loan to value/LTV) telah diberlakukan untuk KPR dan diperkirakan baru berdampak tahun depan, Henry menilai bahwa para developer akan mencari cara. Sebagai contoh, jika memang aturan tersebut membidik ukuran rumah 70 meter persegi (m2), developer menurutnya bisa saja membuat rumah berukuran hampir mepet atau misalnya 69,5m2.

"Bisa saja tanahnya 120-140m2 seperti di Bintaro, tapi rumahnya hanya 70m2. Dia bisa bikin ke atas atau dua lantai. Itu masih banyak yang meminati," kata Henry.

 


Penulis: