Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Jakarta Globe/Mohammad Defrizal)
Aksi korporasi tersebut akan dimumkan pekan ini.

Grup Bakrie berencana menjual salah satu jaringan medianya yakni staisun televisi ANTV untuk membiayai utang yang jatuh tempo serta memperkuat bisnis utamanya di bidang batubara melalui PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

"Bakrie menjual ANTV untuk selamatkan BUMI," kata salah seorang sumber yang mengetahui transaksi tersebut, kepada Jakarta Globe, Selasa (27/11).

Sumber eksekutif tersebut menyatakan, ANTV kemungkinan besar akan dijual kepada kompetitornya, Surya Citra Televisi (SCTV) yang dikuasai taipan keluarga Sariaatmaja.

Sayangnya sumber tersebut tidak menjelaskan lebih detil skema transaksi tersebut. Dia hanya menyebutkan, penasehat keuangan aksi korporasi Bakrie adalah Credit Suisse.

Grup Bakrie memang tengah kesulitan pendanaan. Laporan keuangan BNBR audit 2011 menyebutkan, total utang BNBR mencapai Rp5,4 triliun. Dari total utang itu, sebesar Rp295 miliar jatuh tempo tahun ini yang berasal dari transaksi repo. Selain itu, BNBR juga harus melunasi utang US$437 juta (Rp4,3 triliun) dari 20 kreditur internasional yang digalang Credit Suisse, menyusul harga saham Bumi Plc turun dari yang disepakati.

Penurunan tersebut memicu margin call yang mengharuskan Bakrie melakukan top up dengan menambah US$100 juta. Sebagai gambaran, Bakrie Brothers dan Long Haul Holding menjaminkan 47,6 persen saham Bumi Plc milik grup Bakrie untuk memperoleh pinjaman itu.    

Bakrie Group memang menguasai PT Visi Media sebagai perusahaan yang mengoperasikan stasiun TV tvOne dan ANTV serta portal vivanews.com.  

Dalam debutnya di pasar mnodal, Visi Media memperoleh Rp640 miliar melalui penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO). Selain di bidang media, grup Bakrie juga memiliki bisnis di bidang perkebunan, batubara, telekomunikasi, properti, migas dan batubara. 

Presiden Direktur Visi Media Erick Thohir tidak merespons saat dihubungi untuk mengkonfirmasi soal rencana tersebut. Begitu halnya dengan Direktur Credit Suisse Jakarta Rizal Gozali dan SCTV tidak bisa dihubungi soal aksi korporasi tersebut.

Sementara dikonfirmasi Beritasatu.com, Vice President Bakrie Grup Christopher Fong juga enggan menjelaskan lebih lanjut soal rencana Bakrie menjual ANTV kepada SCTV. "Dalam pekan ini Viva akan mengumumkan atas aksi korporasi tersebut," kata Fong singkat kepada Beritasatu.com, Selasa (27/11).

Sementara Direktur BUMI Dileep Srivastava mengungkapkan, penjualan ANTV oleh Bakrie Group tidak ada hubungannya dengan BUMI. 'Tidak ada kaitannya dengan BUMI," kata Dileep kepada Beritasatu.com, Selasa (27/11).    

Di tengah kesulitan pendanaan tersebut, Bakrie Group juga tengah ancang-ancang menjual unit usaha infrastruktur pada sejumlah ruas tolnya kepada MNC Group milik Harry Tanoesoedibjo (HT).

MNC Group melalui anak usahanya, PT MNC Infrastruktur Utama, sebelumnya telah mengumumkan akan mengakuisisi empat ruas tol milik grup Bakrie. Saat ini kedua belah pihak masih melakukan negosiasi mengenai rencana tersebut. Diharapkan, akuisisi bisa dilakukan dalam waktu dekat.

Direktur PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) Darma Putra mengatakan, perseroan akan bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mengakuisisi kepemilikan atas ruas tol milik PT Bakrie Toll Road. ”Apabila rencana tersebut telah terealisasi,kami akan laporkan secara tertulis kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI),” ujarnya dalam keterbukaan informasi di BEI, belum lama ini.

Direktur Utama PT MNC Infrastruktur Utama Syafril Nasution menambahkan,MNC Group akan menggandeng mitra lokal untuk mengakuisisi beberapa ruas tol milik Grup Bakrie. Ruas tol tersebut adalah Ciawi-Sukabumi, Kanci- Pejagan, Pejagan-Pemalang, serta Probolinggo-Pasuruan. Konsep kerja sama dengan mitra lokal adalah bersama-sama membangun ruas tol yang pengembangannya masih mangkrak.        

Penulis: