Seorang pedagang daging sapi membaca koran di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/11). Harga daging sapi naik dari Rp80.000/kilogram menjadi Rp95.000/kilogram karena pasokan kurang. (JG Photo/Rezza Estily)
Inflasi DKI disebabkan naiknya sejumlah harga pangan, termasuk daging sapi yang mengalami kenaikan cukup tinggi.

Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyatakan, inflasi DKI Jakarta bulan November 2012 mencapai 0,14 persen, turun dibandingkan bulan Oktober 2012 yang mencapai 0,53 persen.

Namun, angka ini lebih tinggi dari laju inflasi nasional yang hanya mencapai 0,07 persen. Sedangkan laju inflasi di DKI year on year mencapai 4,45 persen.

Kepala BPS DKI Nyoto Widodo mengatakan, laju inflasi DKI disebabkan naiknya sejumlah harga pangan, termasuk daging sapi yang mengalami kenaikan cukup tinggi.

“Memang pada bulan lalu, harga daging sapi tinggi. Tapi dibandingkan kenaikan harga pada komoditas lainnya cenderung tidak memberikan pengaruh pada inflasi,” kata di kantor BPS DKI, Jakarta, Senin (3/12).

Nyoto Widodo mengatakan, ada enam kelompok yang mengalami kenaikan yaitu kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan naik sebesar 0,41 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 0,30 persen;

Berikutnya kelompok bahan makanan naik 0,17 persen; kelompok kesehatan 0,05 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,02 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,01 persen.

Sedangkan hanya satu kelompok lainnya mengalami penurunan yaitu kelompok sandang yang turun sebanyak 0,11 persen.

Komoditi tertinggi yang menyumbang inflasi pada November ini adalah komoditi angkutan udara sebesar 0,072 persen. Diikuti bawang putih (0,047 persen), daging sapi (0,030 persen), nasi (0,030 persen), bawang merah (0,025 persen), dan wortel (0,022 persen).

“Lalu naiknya harga pada angkutan udara, disebabkan adanya beberapa kali hari libur panjang yang terjadi pada bulan November. Permintaan yang tinggi pada penerbangan, menyebabkan kenaikan tersebut,” jelasnya.

Pelaksana tugas Direktur Utama PD Darma Jaya Andika Kusuma mengatakan harga daging di rumah potong hewan sudah sangat tinggi yang mengakibatkan harga di pasar masih cenderung tinggi.

Diungkapkannya, harga daging sapi hidup untuk harga normal biasanya Rp23.000 per kilogram. Harga ini terus melambung naik menjadi Rp29.000 per kilogram hingga sekarang sudah tembus sampai Rp34.000 per kilogram.
.


Penulis: