Ilustrasi Pasar Saham/ JG Photo
Ada sekitar 54 saham yang layak dijadikan investasi ditahun 2013

Sedikitnya 54 saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih layak beli, karena berpotensi memberikan keuntungan (gain) sebesar 5 persen-72 persen pada 2013.

Berdasarkan kesimpulan riset sejumlah analis per 4 Desember 2012, saham-saham itu terutama berasal dari sektor perbankan, properti, infrastruktur, dan barang konsumsi. Hal tersebut seiring membaiknya fundamental ekonomi makro dan emiten.

Saham PT Bank Panin Tbk (PNBN) menyimpan potensi kenaikan harga saham tertinggi hingga mencapai 72,6 persen. Disusul saham PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk (SOBI) sebesar 68,2 persen, saham PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) 53,7 persen, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) 53,1 persen, dan PT Surya Semesta Internusa Tbk    (SSIA) 49,1 persen.

Selain itu, masih ada sekitar 49 saham lainnya yang layak dijadikan bidikan investasi pada tahun depan, dan menawarkan pengembalian investasi antara 5 persen hingga 72 persen.

Kalangan analis menyarankan kepada investor untuk memanfaatkan momentum koreksi pasar untuk membeli saham. Pada 2013, indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi menguat ke level 4.800-5.500. Sedangkan akhir tahun ini diproyeksi mencapai level 4.400-4.500.

Pengamat pasar modal dari Recapital Asset Management Pardomuan Sihombing mengatakan, beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan IHSG pada 2013 adalah proyeksi pertumbuhan ekonomi 6,5 persen, BI rate yang diperkirakan flat di level 5,75 persen, dan inflasi 5 persen.

“Asumsi itu bakal mendorong peningkatan laba emiten sekitar 15 persen-20 persen pada tahun depan,” kata Pardomuan, yang juga menjabat sebagai sekretaris umum Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), di Jakarta, Selasa (4/12).

Tahun depan, dia optimistis, IHSG bergerak pada level 5.000-5.500. Proyeksi itu mencerminkan price to earning ratio (PER) indeks sebesar 13,8 kali. Adapun PER IHSG tahun ini sekitar 17 kali. Tahun depan, dana investor asing masih tetap mengalir ke Indonesia selama Bank Sentral AS tidak menaikkan suku bunga. Potensi dana yang masuk bisa mencapai Rp20 triliun.

Meski demikian, investor tetap harus waspada terhadap perkembangan pasar global. Solusi isu fiscal cliff di Amerika Serikat (AS) dan masalah utang di Eropa masih menjadi sentimen yang dapat memicu volatilitas pasar saham.

Investor Daily

Penulis: /FEB

Sumber:Investor Daily