bank mutiara
Manajemen Bank Mutiara memiliki tiga pendekatan dalam membenahi kinerja perusahaan

PT Bank Mutiara Tbk memiliki tiga kunci dalam memulihkan kinerja perusahaan yang bermasalah. Ditangan manajemen baru, dibawah kendali Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), perlahan eks Bank Century ini berhasil pulih dan kembali meraih untung.

"Saya menggunakan tiga pendekatan, pertama adalah melakukan transformasi menyeluruh, kedua meletakkan dasar bisnis dan ketiga focussing business," ujar Direktur Utama Bank Mutiara, Maryono dalam wawancaranya dengan Beritasatu.com, di Kantor Pusat Bank Mutiara, Jumat (7/12).

Untuk tahap pertama, perseroan mengubah visi dan misi perusahaan, merapikan organisasi, sistem, penerapan teknologi informasi dan membenani manajemen risiko.

"Setelah itu kami baru membuat aturan main dan kewenangan, sebelum akhirnya kembali masuk ke bisnis," tegas Maryono.

Langkah tersebut cukup berhasil, terlihat dari neraca keuangan perusahaan yang kini mulai menuai untung. "Kami bahkan telah dinyatakan sebagai bank yang sehat oleh Bank Indonesia (BI) sejak pertengahan 2011," lanjutnya.

Pada tahun itu, perusahaan sukses membukukan laba organik sebesar Rp260 miliar, dana pihak ketiga senilai Rp11,20 triliun (tumbuh 25,83 persen dibanding tahun 2010), aset sejumlah Rp13,13 triliun (tumbuh 21,73 persen) dan kredit sebesar Rp9,40 triliun (tumbuh 49,11 persen).

Sementara pada tahun 2012, perusahaan menargetkan perolehan aset Rp14,5 triliun, dana pihak ketiga sejumlah Rp12,7 tirliun dan penyaluran kredit sebanyak Rp11 triliun.


Penulis: /FEB