Ilustrasi
Semua sayuran berasal dari Pulau Jawa harganya naik melebihi seratus persen

Harga sayur-sayuran berasal dari Pulau Jawa di Pasaran Kota Banjarmasin, dalam sepekan terakhir ini melambung setelah cuaca terus memburuk dan pelayanan laut terganggu.

"Semua sayuran berasal dari Pulau Jawa harganya naik melebihi seratus persen," kata Hj Maisurah, seorang pedagang sayuran di bilangan Pasar Sungai Andai Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Minggu (13/1).

Mahalnya harga sayuran asal Pulau Jawa akibat kapal-kapal yang mengangkut kebutuhan pokok tersebut tidak bisa berlayar, menyusul cuaca yang sangat buruk di perairan Laut Jawa yang menghubungkan Kota Surabaya-Banjarmasin.

Sayuran mayur di pasaran Banjarmasin itu diangkut melalui armada pesawat terbang, sehingga harganya melonjak, katanya.

Ia mencontohkan, harga bawang merah yang merupakan komoditas yang tidak ada di budidayakan di Kalimantan, harganya mencapai Rp30 ribu per kilogram, padahal saat normal hanya Rp12 ribu per kilogram.

Bawang prei yang tadinya Rp15 ribu per kilogram kini seharga Rp40 ribu per kilogram, begitu juga warter Rp30 ribu dari biasanya Rp15 ribu, kentang juga sama harganya seperti wartel.

"Masih banyak jenis sayuran asal Pulau Jawa yang harganya melambung dalam sepekan ini," katanya seraya menunjuk beberapa jenis sayuran yang digelar di pasar kawasan pemukiman baru kota Banjarmasin tersebut.

Sayuran lain yang juga didatangkan dari Pulau Jawa, seperti bawang putih, bawang bombai, kol, brokoli, tomat cabe kriting, cabe rawit, dan beberapa jenis lagi.

Sementara harga sayuran lokal tak ada perubahan, seperti timun Rp3000 per kilogram, karawela Rp4000,-/kg, pare Rp4000,-/kg, labu siam rp4000,-/kg, daun ubi kayu Rp2000,- per tiga ikat, daun kelakai rp2000,-per tiga ikat dan genjer rp5000,- per ikat.

Penulis: /BSTV