Seorang pedagang menimbang cabai di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Kamis (1/7). Badan Pusat Statistik mencatat inflasi bulan Juni 2010 mencapai 0,97 persen yang didorong oleh kenaikan harga cabai merah sebesar 45,7 persen
Resiko peningkatan laju inflasi terkait dengan potensi dampak kebijakan kenaikan Upah Minimum  Provinsi (UMP) dan kenaikan harga gas.

Pemerintah memprediksi laju inflasi tahun ini akan berkisar  antara 4,9 hingga 5,3 persen. Angka ini lebih tinggi dibanding realisasi pada 2012 yang mencapai 4,3 persen atau target APBN 2013 sebesar 4,9 persen, meskipun lebih rendah dari target dalam APBN-P 2012 yang  mencapai 6,8 persen.
 
Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo menjelaskan laju inflasi masih  beresiko meningkat sepanjang tahun ini karena tekanan eksternal, yakni  belum pulihnya permintaan global (global demand) dan tekanan pada  kinerja ekspor.
 
"Tekanan eksternal inflasi tercermin pada (angka) imported inflation,"  ujar Menkeu dalam rapat dengan Komisi XI digedung DPR, Senayan, Jakarta,  Senin (14/1).
 
Sedangkan dari sisi internal, Menkeu mengatakan resiko peningkatan laju inflasi terkait dengan potensi dampak kebijakan kenaikan Upah Minimum  Provinsi (UMP), dimana rata-rata nasional meningkat hingga 30 persen,  dan kenaikkan harga gas.
 
Selain itu, rencana kenaikan tarif 11 ruas jalan tol dan rencana  kenaikan tarif angkutan dipastikan akan memberikan resiko tambahan  kenaikkan inflasi.
 
"Diperkirakan tambahan inflasi dapat mencapai 0,3-0,9 persen," tegas Menkeu.
 
Untuk mengantisipasi resiko kenaikkan inflasi, Menkeu berpendapat perlu  adanya peningkatan koordinasi kebijakan antara Kementerian Keuangan  dengan BI.
 
"Ini untuk mensinergikan kebijakan fiskal, moneter, sektor rill guna  menjaga inflasi tetap berada pada rentang sasaran 4,5 ± satu persen,"  tukas dia.
 
Sementara itu Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution memprediksi  inflasi dapat diarahkan pada kisaran sasarannya sebesar 4,5 ± satu  persen, sekalipun TDL naik.

Inflasi inti diperkirakan tetap stabil, didukung oleh kapasitas produksi nasional untuk mengimbangi peningkatan permintaan.
 
"Sehingga dampak meningkatnya permintaan domestik terhadap kenaikan harga akan relatif terbatas," tutur Darmin.
 
Sementara itu, Darmin memperkirakan inflasi dari volatile food akan  tetap terkendali, sejalan dengan perkiraan perbaikan distribusi dan  produksi yang didukung oleh  perbaikan infrastruktur pertanian dan  keterhubungan antar wilayah.
 
Inflasi administered price diperkirakan lebih tinggi dari tahun karena  adanya penyesuaian Tarif Tenaga Listrik (TTL) hingga 15 persen di 2013.
 
"Setelah memerhitungkan dampak kenaikan UMP dan TTL, inflasi IHK  diperkirakan masih berada dalam kisaran sasaran inflasi di 2013, yaitu 4,5 ± satu persen," tandasnya.

Penulis: /WBP