ilustrasi kemiskinan di cianjur (JG Photo)
Keberadaan masyarakat rentan miskin yang jauh lebih tinggi dari masyarakat miskin, disebabkan program pemerintah masih ada yang tumpang tindih.

Jakarta
- Pemeirntah menyatakan, Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan di Indonesia (MP3KI) akan menyasar 40 persen masyarakat paling bawah secara ekonomi.

Masyarakat paling bawah yakni 29 juta orang miskin dan 70 juta orang rentan miskin.

"Kami memang memikirkan 40 persen masyarakat yang paling bawah," kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Komplek Istana Negara, Rabu (23/1).

Menurut Hatta, keberadaan masyarakat rentan miskin yang jauh lebih tinggi dari masyarakat miskin, disebabkan program pemerintah masih ada yang tumpang tindih.

Oleh karena itu, program sejenis yang terdapat di sejumlah kementerian akan difokuskan pada satu kementerian saja.

"Yang tadinya tersebar di banyak kementerian sekarang kami fokuskan," kata dia lagi.

Dana untuk menjalankan program MP3KI sendiri kata Hatta sudah cukup.

Sasaran program MP3KI adalah masyarakat miskin di daerah tertinggal, kabupaten yang tertinggal, dam kelompok orang miskin di perkotaan dan daerah-daerah nelayan.

Hasil yang akan dicapai dari program itu adalah, generating income. Yakni menjadikan masyarakat miskin bisa membuka kesempatan kerja.

Sebelumnya, sejak 1998-2005, Indonesia bisa dibilang 'merah,' Artinya, lapangan atau kesempatan kerja yang tersedia dengan angkatan kerja tidak seimbang.

Penulis: