Menakertrans Muhaimin Iskandar
Secara keseluruhan pada tahun 2012 lalu, jumlah penempatan TKI di luar negeri mencapai 494.609 orang
 
Jakarta - Penempatan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di sektor formal ke berbagai negara mengalami peningkatan secara signifikan dari tahun ke tahun belakangan ini. Pada tahun 2012 lalu, perbandingan penempatan TKI formal dan TKI  Informal sudah mencapai 52% berbanding 48% dari jumlah keseluruhan penempatan TKI.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, kepada wartawan di kantornya, Senin (28/1), mengatakan, secara keseluruhan pada tahun 2012 lalu, jumlah penempatan  TKI di luar negeri mencapai 494.609 orang. Dari jumlah ini sebanyak 258.441 orang (52%) TKI formal, sedangkan sebanyak 238.198 orang (48%) adalah TKI informal.

Dilihat dari segi total jumlah penempatan TKI tahun 2012 ini pun lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2011, jumlah penempatan TKI mencapai 586.802 orang  yang terdiri dari TKI formal  sebanyak 266.191 orang (45%), dan TKI informal sebanyak 320.611 orang  (55%).

Sedangkan pada tahun 2010 jumlah penempatan TKI mencapai 575.804 orang  yang terdiri dari TKI formal sebanyak 124.683  orang (27%), dan TKI informal sebanyak 451.121 orang /(73%).

Muhaimin mengatakan, dalam beberapa tahun belakangan ini, pemerintah memang berupaya untuk memperbanyak penempatan TKI formal ke berbagai negara penempatan untuk meningkatkan aspek perlindungan dan kesejahteraan TKI.

“Setiap tahun pemerintah terus meningkatkan kualitas dan kompetensi kerja  TKI yang bekerja di luar negeri. Orientasi kerja  TKI digeser sehingga penempatan TKI fomal terus meningkat dibandingkan TKI Informal yang bekerja sebagai penata laksana rumah tangga (PLRT),” kata Muhaimin.

Pengetatan seleksi penempatan TKI yang bekerja ke luar negeri pun berpengaruh pada peningkatan TKI formal ini. Pemerintah melakukan pengetatan seleksi terhadap tki baik formal dan informal dengan mengutamakan kualtias ketimbang kuantitas TKI yang bekerja di luar negeri.

Penulis: /FEB