Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat

 
Berdasarkan Permenakertrans No 16/2012 tentang Tata Cara Kepulangan Tenaga Kerja Indonesia secara Mandiri ke Daerah Asal, ada prosedur bahwa sebelum pulang TKI harus didata di kantor perwakilan di negara penempatan

Jakarta
- Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) melakukan inspeksi mendadak (sidak) pelayanan TKI di Terminal II D Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Minggu (27/1) malam.

Jumhur mengatakan, berdasarkan Permenakertrans No 16/2012 tentang Tata Cara Kepulangan Tenaga Kerja Indonesia secara Mandiri ke Daerah Asal, ada prosedur bahwa sebelum pulang TKI harus didata di kantor perwakilan di negara penempatan. Namun sesudah turun dari pesawat di Bandara Soekarno Hatta para TKI itu semestinya juga di data lagi di konter khusus kepulangan.

Menurut Jumhur mengatakan kepada SP, Senin (28/1), tidak ada satupun petugasnya yang memaksa atau berlaku kasar kepada TKI agar mau digiring di konter pendataan. Petugas meminta agar TKI mau didata karena jika ada masalah majikan yang tidak membayar gaji atau berlaku kasar maka akan cepat ditindaklanjuti. ''Kami sudah melaporkan hal ini ke menteri bahwa ada TKI yang tidak mau didata,'' katanya.

Sidak itu terkait dengan kesaksian Financial Planner Ligwina Hananto yang membuat ramai media sosial twitter. Dalam akunnya @mrshananto dia menyatakan Jumat (25/1) ketika dia baru kembali berlibur dari Amerika Serikat bersama suaminya dengan menumpang pesawat Cathay Pasific.

Pesawat ini transit di Hong Kong dan mendarat jam 21.00 WIB di Cengkareng. Sambil menunggu bagasi Ligwina mengobrol dengan tiga orang TKI yang baru balik kerja dari Taiwan, dua orang perempuan dan satu orang lelaki. Mereka berasal dari Indramayu. Selesai mengambil bagasi mereka berjalan bareng mau keluar bandara menuju pemeriksaan Bea dan cukai.

Tanpa diduga seorang petugas BNP2TKI menarik jaket TKI pria dan meminta bapak itu ikut petugas dan mengikuti aturan melapor dulu. Ligwina yang melihat perlakuan semena-mena petugas itu didepan matanya, langsung berteriak pada TKI yang ditarik petugas itu untuk tidak mempedulikan ajakan petugas itu.

Teriakan Ligwina ini didengar banyak orang dan menarik perhatian semua orang. Ligwina berkata ''Udah-udah langsung ke luar saja! Petugas itu akhirnya melepaskan pria itu pergi bersama kedua orang TKI perempuan lainnya. Pada hal sesuai peraturan baru, semua TKI bebas keluar, tanpa harus melalui pintu TKI.

Jumhur menyatakan, pendataan ini penting karena 90 persen TKI masih ingin didata di Gedung Pendataan Kepulangan (GPK) Selapajang lalu diantar hingga ke kampung halamannya dengan angkutan kepulangan tanpa biaya apapun. Akan tetapi, dia mengakui, mungkin memang masih banyak orang yang tidak paham akan ketentuan permenakertrans tersebut sehingga sampai terjadi kasus jumat lalu tersebut. Solusi yang akan diberikan ialah, ucap Jumhur, petugas BNP2TKI tetap akan siaga di konter pendataan dan akan melayani TKI mana saja yang ingin menikmati fasilitas pemulangan yang disediakan BNP2TKI tersebut.

Koordinator Terminal II, Bandara Soekarno-Hatta, Ramli Taher, menjelaskan, berdasarkan laporan anak buahnya ketiga TKI itu setelah dicap paspornya di imigrasi maka petugas mengarahkan untuk mengambil tas di jalur pengambilan barang. Mereka lalu ditanya apakah ada yang menjemput atau tidak. Kalau tidak dijemput maka TKI ini dipersilahkan didata dulu di konter. Akan tetapi pada saat itu Ligwina langsung berteriak menyuruh ketiga TKI ini langsung keluar saja tanpa didata. ''Berita yang berkembang bahwa kami main kasar itu tidak benar. Prinsipnya kami tidak memaksa namun mengarahkan saja,'' jelasnya.

Dia menegaskan, jika memang kejadiannya seperti yang diutarakan Ligwina dia siap dimutasi ataupun dipecat secara tidak hormat. Ramli menyatakan, jumlah TKI yang pulang setiap hari ada 500 orang, 80 persen diantaranya dari Timur Tengah. Dia mengaku, TKI yang selalu berkoordinasi dengan BNP2TKI untuk didata dan dipulangkan berasal dari Timur Tengah.

Penulis: /FEB